Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Pemprov Bengkulu dan BI Luncurkan Wakaf Produktif Pangan

Create: Mon, 16/03/2026 - 12:21
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co – Menjelang Idulfitri 1447 H, Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Merah Putih Kantor Gubernur, Senin (16/3).

​Pertemuan bertema "Sinergi Penguatan Pasokan dan Keterjangkauan Harga" ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, dan dihadiri oleh jajaran kepala daerah serta pemangku kepentingan terkait. Fokus utama pertemuan adalah memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadan dan Lebaran.

​Wakil Gubernur Mian mengungkapkan bahwa inflasi di Bengkulu saat ini tercatat sebesar 3,88% (yoy), yang dinilai masih relatif terkendali. "Capaian ini adalah hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan instansi terkait dalam memantau distribusi pasar," ujarnya.

Salah satu terobosan menarik dalam forum ini adalah peluncuran program Wakaf Produktif Budidaya Pangan untuk Santri Penghafal Al-Qur’an. Program ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp100.050.000 yang akan dialokasikan untuk sektor pertanian di lingkungan pesantren.

​"Program ini tidak hanya mendukung pendidikan santri, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui kemandirian ekonomi pesantren," tambah Mian.

Selain membahas harga pangan seperti cabai dan daging, TPID juga memberikan perhatian khusus pada distribusi gas LPG 3 kg. Meski stok dinyatakan cukup, pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah kelangkaan dan praktik penyimpangan yang merugikan masyarakat kecil. (**)