Jaga Pintu Laut dan Udara Enggano, Karantina Bengkulu Perkuat Pengawasan Lintas Sektor

Create: Wed, 23/09/2026 - 20:40
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bengkulu memperkuat pengawasan lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya melalui jalur laut dan udara di Pulau Enggano, Bengkulu.

Pengawasan dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, hingga pengelola transportasi yang menjadi bagian penting dalam mengawasi pergerakan komoditas dari dan menuju pulau tersebut.

Kepala Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati mengatakan, koordinasi dilakukan pada 21-22 September. Melihat  karakter Enggano sebagai wilayah kepulauan membuat pengawasan tidak dapat dilakukan Karantina seorang diri.

“Menjaga Enggano tidak bisa dilakukan Karantina sendirian. Jalur laut dan udara harus sama-sama kita awasi karena satu komoditas yang lolos tanpa pemeriksaan dapat menjadi jalan masuk atau keluarnya hama dan penyakit. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” ujar Betty di Bengkulu, Rabu, (23/9). 

Untuk memperkuat pengawasan tersebut, Karantina Bengkulu melakukan koordinasi dengan Polsek Enggano, Pos Lanal TNI Angkatan Laut, Koramil Enggano, Kantor Camat Enggano, serta Bandara Enggano. Koordinasi diarahkan untuk membangun pertukaran informasi dan mempercepat respons apabila ditemukan komoditas hewan, ikan, maupun tumbuhan yang tidak memenuhi ketentuan karantina.

Pulau Enggano memiliki karakteristik geografis yang membuat jalur laut dan udara menjadi akses utama pergerakan masyarakat dan komoditas. Kondisi tersebut membuat pengawasan di tempat pemasukan dan pengeluaran menjadi penting untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan, ikan, maupun organisme pengganggu tumbuhan.

Pada jalur laut, Karantina Bengkulu berkoordinasi dengan Pos Lanal TNI Angkatan Laut untuk memperkuat pengawasan terhadap pergerakan komoditas melalui transportasi laut.

Koordinasi dengan Polsek Enggano dan Koramil Enggano juga dilakukan untuk mendukung pengawasan serta mempercepat penanganan apabila ditemukan dugaan pelanggaran ketentuan karantina di lapangan.

Sementara melalui jalur udara, koordinasi dengan Bandara Enggano diarahkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus ketertelusuran pergerakan komoditas yang keluar dan masuk melalui bandar udara.

Karantina Bengkulu juga menggandeng Pemerintah Kecamatan Enggano untuk memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat mengenai kewajiban melaporkan komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya kepada petugas karantina.

Menurut Betty, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan di wilayah kepulauan.

“Pengawasan karantina bukan untuk menghambat masyarakat membawa atau mengirim komoditas. Justru kami ingin lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan dari dan menuju Enggano tetap berjalan dengan aman. Karena itu, masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga Enggano dari ancaman hama dan penyakit,” katanya.

Kolaborasi tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun sistem pengawasan yang berkelanjutan sehingga informasi mengenai pergerakan komoditas dapat diketahui dan ditindaklanjuti secara lebih cepat oleh instansi terkait.

Karantina Bengkulu menilai pengawasan yang terintegrasi menjadi penting bukan hanya untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan karantina, tetapi juga untuk menjaga keamanan hayati Pulau Enggano.

Dengan pengawasan pada pintu laut dan udara, risiko masuk atau tersebarnya hama dan penyakit melalui lalu lintas komoditas diharapkan dapat ditekan tanpa menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi komoditas.