Hormati Adzan, Pangdam XXI/RI Jeda Dialog Saat Temui Massa Aksi "Lampung Melawan"

 

BANDAR LAMPUNG, eWarta.co – Pangdam XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), menunjukkan sikap humanis saat menemui massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan di depan Gapura Kantor DPRD Provinsi Lampung, Selasa (7/4/2026).

​Momen menarik terjadi ketika jenderal bintang dua tersebut sedang memberikan jawaban atas tuntutan mahasiswa. Pangdam seketika menghentikan kalimatnya dan meminta dialog dijeda sejenak saat suara Azan Zuhur berkumandang dari masjid di sekitar lokasi. Aksi spontan ini membuat suasana yang sebelumnya riuh menjadi hening, menghormati panggilan ibadah tersebut.

​Dalam dialog yang berlangsung terbuka, Pangdam XXI/RI menegaskan komitmennya untuk meneruskan aspirasi mahasiswa kepada Panglima TNI. Salah satu poin utama yang dituntut massa adalah pengusutan tuntas dan transparan atas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

​Meski demikian, Pangdam mengingatkan bahwa proses hukum memiliki mekanisme teknis yang harus dihormati.

​“Saya akan teruskan tuntutan ini ke Pusat. Namun perlu diingat, proses penyidikan membutuhkan waktu dan ketelitian, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kita ingin semuanya berjalan sesuai prosedur yang transparan,” ujar Pangdam.

​Pangdam XXI/RI juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap gerakan mahasiswa. Baginya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap institusi TNI agar tetap berada pada koridor profesionalisme.

​“Saya tahu, kalian melakukan ini karena cinta kepada TNI. Mahasiswa adalah alat kontrol penting dalam negara demokrasi. Kita semua ingin TNI tetap profesional,” ungkapnya di hadapan massa.

​Selain isu kekerasan, Aliansi Lampung Melawan juga menyuarakan tuntutan terkait kelanjutan kasus dugaan korupsi yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Tanggamus.

​Dialog ini turut disaksikan oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Garinca Reza Pahlevi, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah dan Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung. Usai dialog yang berlangsung kondusif tersebut, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. (rls)