BENGKULU,eWARTA.co -- Walikota Helmi Hasan meminta PT Pertamina menindak tegas pangkalan gas lpg yang tidak mentaati aturan. Permintaan ini disampaikan Helmi melalui telpon dengan Sales Branch Manager (SBM) Rayon V Lampung Bengkulu, Ferry Fernando.
Dalam percakapan itu, Helmi memastikan ketersediaan gas lpg 3 Kg di Kota Bengkulu mencapai 300 ribu tabung. Dari jumlah tersebut, pemkot mengambil 31 ribu tabung untuk masyarakat kurang mampu yang disalurkan secara gratis.
“Menurut informasi yang saya terima saat sidak beberapa waktu yang lalu, kuota yang disalurkan oleh Pertamina dalam sebulan itu ada 300 ribu tabung,” ujar Helmi, dilansir mediacenterkotabengkulu.com, Kamis (9/12/2021).
Aksi telpon walikota ini dipicu kabar yang menyebutkan adanya kelangkaan gas lpg 3 Kg. Kelangkaan ini dituding sebagai akibat dari program gas melon gratis dari pemerintah kota. Helmi membantah hal tersebut.
“Sekarang di pangkalan-pangkalan itu bahasanya gara-gara Walikota borong gas, gas tidak ada lagi,” kata Helmi.
Padahal, menurut Helmi, jumlah ketersediaan tabung gas yang disuplai setelah dipotong jumlah yang masuk ke dalam program gas melon gratis masih menyisakan 269 ribu. Helmi menuding kelangkaan ini disebabkan oleh pangkalan gas yang melanggaran aturan.
“Saya minta dari Pertamina kalau ada pangkalan yang nakal, yang menjual gas melon sampai Rp 45 ribu (jauh dari HET) tersebut ditindak,” tegasnya.
Helmi mengatakan, niat pemkot dalam program tersebut untuk masyarakat miskin. Ia tidak ingin jika program yang dibuat ini disalahgunakan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.
“Niat kita kan bantu orang miskin. Jangan sampai ini dimanfaatkan orang mampu yang suka nimbun-nimbun itu,” tambah Helmi. (red)









