BENGKULU,eWARTA.co -- Walikota Bengkulu Helmi Hasan menemui Kepala SMKN 3 Ahmad Basori untuk membahas persoalan ijazah siswa yang ditahan. Dalam pertemuan ini, Helmi minta kepala sekolah untuk memberikan ijazah yang ditahan karena siswa sudah membawa surat keterangan tidak mampu.
“Ketika ada yang datang membawa surat keterangan tidak mampu, tidak ada alasan lagi bagi pihak sekolah, jangan dipersulit lagi dan dibuat berbelit-belit. Tolong dikeluarkan ijazah mereka. Saya minta tolong,” ujar Helmi.
Dikatakan Helmi, kalau pihak sekolah tidak percaya dengan surat keterangan tidak mampu dan sampai mau survey dulu ke rumah siswa artinya sekolah tidak percaya dengan pemerintah kota. Karena surat itu dikeluarkan pihak kelurahan.
Kepala SMKN 3 Ahmad Basori yang pada saat itu didampingi pengawas dari Diknas Provinsi kemudian menyampaikan kebersediaannya untuk menyerahkan ijazah siswa dengan catatan siswa yang bersangkutan benar-benar tidak mampu dan sudah melakukan cap tiga jari pada ijazah.
Namun, kata Ahmad Basori bila seluruh siswa yang menunggak SPP itu menggunakan alasan tidak mampu untuk mendapatkan ijazah maka dampaknya sekolah kekurangan biaya untuk membayar gaji guru honor atau tenaga kontrak.
Mengenai hal itu, menurut Helmi sekolah tidak bisa menjadikan alasan karena sudah ada dana Bantuan Operasionak Sekolah (BOS) dan anggaran dari provinsi.
“Kita kan punya dana BOS untuk membayar tenaga kontrak atau guru, honor. Berbeda dengan sekolah swasta. Kalau ada guru honor tidak dibayar gajinya karena hal ini, saya yang tanggung jawab. Tapi usulkan dulu ke APBD Provinsi. Kalau provinsi tidak bisa bantu, silahkan usulkan ke kota. Saya jamin akan dibantu,” tegas Helmi.
Helmi melanjutkan, kalau pihak sekolah butuh bantuan apa-apa boleh usulkan ke pemerintah kota. “Misalnya provinsi tidak bisa membantu kita siap membantu karena SMKN 3 ini juga berada di Kota Bengkulu. Tapi sekarang tolong berikan ijazah 5 orang siswa yang orangtuanya sudah datang hari ini. Jangan sampai SMKN 3 ini sama dengan SMKN 6 harus saya beri tebusan 5 juta dulu baru ijazah keluar,” ujar Helmi.









