Gus Baha Ajak Orang Tua Muliakan Anak

Create: Mon, 03/07/2023 - 07:12
Author: Ahmad

Bengkulu, ewarta.co -- Seorang ulama yang disebut oleh Ustadz Adi Hidayat sebagai manusia Qur'an, dan yang memiliki pemahaman mendalam tentang Al Quran ialah Gus Baha.

K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim, lebih dikenal dengan Gus Baha lahir pada tanggal 29 September 1970, merupakan ulama yang berasal dari Rembang Jawa Tengah. Dalam ceramahnya beliau menjelaskan tentang Sikap longgar kepada anak.

Menurut Gus Baha sikap longgar terhadap anak bukan suatu kesalahan, yang penting anak sudah dilatih sholat dan jika anak sudah dapat melafazkan kalimat tayibah yaitu Allahu Akbar dan sudah bisa sujud ini sudah sangat spesial, sesuatu yang spesial harus dipertahankan.

Caranya bagaimana, minimal seorang anak jangan kecewa sama bapaknya, kalau anak senang belanja ya diajak belanja, kalau senang makan enak dikasih makan enak. Tapi semuanya demi mengawali kalimat tauhid dan kebenaran-kebenaran islam yang kamu tanamkan, jelas Gus Baha.

Selanjutnya beliau juga menjelaskan, jangan sampai kamu jadi orang tua yang zuhud dan anak dikekang, sehingga anak belajar motor sama temannya yang tidak sholat, pertama nonton tv ditempat tetangga yang tidak sholat. Sampai anak ini mengidolakan orang yang tidak sholat.

Biasnya ajaran kita keanak, sudah magrib nonton tv tidak boleh, jalan-jalan tidak boleh, sehingga anak trauma dan anak semakin dewasa menjadi nakal, karena sejak kecil tidak pernah mengidolakan bapaknya, terang Gus Baha.

Para Nabi melonggarkan semua anaknya agar dijadikan idola bagi keturunanya. Nabi Muhammad SAW, pernah saat sholat dinaiki cucunya Hasan Husen ketika Nabi lagi sujud, dan nabi melanjutkan sholatnya dan tidak marah kepada cucu-cucunya.

Artinya jangan sampai anak kita kecewa dengan kita padahal kita tahu dia punya kalimat spesial yaitu kalimat tauhid. Dan kalimat tauhid harus dijadikan kalimat abadi pada keturunanmu, terang Gus Baha.

Gus Baha melanjutkan kalau beliau hormat dengan anaknya,, bahkan kadang ditegur oleh keluarga beliau "anak kok dimanja nanti melunjak". Padahal menurut Gus Baha, dia tidak memanjakan anaknya, hanya saja Gus Baha berpikir sederhana, saya pasti mati dan yang akan meneruskan tauhid adalah anak saya.

Tapi itu hal tidak populer/tidak biasa dalam adat kita. Gus baha sering bicara kepada istrinya " jangan berani sama anak nanti kualat " memang hal ini tidak lazim, namun kalau kita meninggal anak kitalah yang akan membantu kita dialam kubur.

Maksudnya, walaupun anak kita tidak niat mengirim Al- Fatihah kepada kita, asalkan anak beramal sholeh otomatis orang tua mendapatkan kiriman amal.

Menurut Gus Baha, dia tidak akan bosan mengingatkan para orang tua agar tetap menghormati anak, karena dalam kitab mizan kubro diantara adab para nabi yaitu memuliakan anak.

Karena anaklah yang lebih panjang waktunya membawa tauhid dibanding orang tua, tutup Gus Baha.

Sumber: Kanal youtube Santri gayeng