Guru Madrasah Dilarang Buat Soal Ujian Berbau SARA

Guru Madrasah Dilarang Buat Soal Ujian Berbau SARA
Create: Tue, 02/03/2021 - 16:56
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU, eWARTA.co -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu Zahdi Taher meminta seluruh guru madrasah di Bengkulu tidak membuat soal ujian berbau sukuisme.

"Saya meminta kepada tim penyusun soal agar cermat. Jangan membuat soal yang bernarasi berbasis moderasi beragama, narasi soal yang bersifat menjelekan suku, agama. Jadi susunlah soal atau teks yang mendidik, tidak sukuisme, ras. Intinya ikuti juklak dan juknis yang ada," kata Zahdi, saat memberikan sosialisasi ujian madrasah (UM) dan asesmen nasional (AN) di hadapan 88 Kepala Madrasah di Bengkulu, Selasa (2/3/2021).

Zahdi meminta agar guru mempersiapkan secara maksimal dalam penyusunan soal-soal ujian madrasah, dan mengikuti ketentuan yang berlaku dari Kemenag.

Sosialisasi tersebut, kata Zahdi dilaksanakan setelah Kemenag memastikan ujian akhir madrasah berstandar nasional (UAMBN) tahun ini ditiadakan sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19.

"UN di MTs dan MA ditiadakan. Kementerian Agama juga tidak melaksanakan UAMBN. Ujian madrasah merupakan ujian akhir program yang dilaksanakan pada siswa kelas akhir pada setiap jenjang madrasah dari tingkat MI, MTs dan MA,’’ kata Zahdi.

Meneruskan putusan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, meski tidak ada UAMBN kelulusan siswa tetap bersyarat dengan tiga kriteria.

"Pertama, menyelesaikan program pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kedua, memperoleh nilai sikap dan perilaku minimal baik. Ketiga, mengikuti Ujian Madrasah (UM) yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan madrasah masing-masing," jelas Zahdi.

Diakhir penyampaiannya, Zahdi berkomitmen akan terus melakukan pengawasan yang maksimal kepada seluruh kinerja kepala madrasah. (Bisri)