BENGKULU, ewarta.co - Rohidin Mersyah yang bertekad menjadikan Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi yang ditakuti bandar-bandar narkoba.
Hal ini disampaikan Rohidin dalam sambutannya di kampanye stop narkoba yang diselenggarakan BNNP Bengkulu, Rabu lalu (31/07).
Kampanye stop narkoba merupakan kegiatan BNNP Bengkulu yang bertujuan mengedukasi masyarakat terutama milenial untuk menjauhi segala jenis narkotika.
Tentu saja hal ini direspon positif gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Rohidin dalam sambutannya bahkan menyebutkan bahwa ia akan menjadikan Provinsi Bengkulu menjadi Provinsi yang ditakuti bandar narkoba.
"Kalau dalam sistem ekonomi, tentu supplynya, walaupun orang selalu mengatakan dalam hukum ekonomi supply ada karena ada demand, tapi kita akan lebih efektif apabila kita menghentikan supply itu, artinya memang bagaimana peredaran narkoba itu dalam konteks Indonesia khususnya Bengkulu bisa dihentikan, maka peran dari semua pihak agar mengantisipasi, informasi sekecil apapun terkait peredaran narkoba, harus kita tangani secara bersama-sama," ucap Rohidin.
Mengatasi permasalahan penyalahgunaan, Rohidin juga meminta kepada BNNP Bengkulu untuk bersama-sama berkomitmen menangani peredaran narkoba dengan tegas.
Bahkan Rohidin memberikan pernyataan yang membuat peserta kampanye memberikan tepuk tangan secara serentak.
"Penanganan ini serius, tegas, serta komitmen yang kuat, saya kira tembak di tempat harus dilakukan," tambahnya.
Solusi tembak ditempat, menurut Rohidin bukan solusi yang salah, karena ia menilai peredaran narkoba merupakan perusak generasi bangsa dan harus dibasmi hingga ke akarnya.
"Lebih baik kita membunuh lima atau sepuluh orang (pengedar narkoba-red) daripada generasi kita habis," lanjut Rohidin.
Sedangkan, untuk para pengguna narkoba, Rohidin meminta BNNP memberikan pendekatan kepada pengguna daripada menyelesaikan permasalahan ke jalur hukum.
Rehabilitasi dinilai lebih baik karena para pengguna bisa lebih merasa nyaman dan kembali pulih dari ketergantungan. (FT)









