Gubernur Sarankan Suluk Jadi Agenda Resmi Pemprov Bengkulu

Foto, Ilustrasi

 

Bengkulu, ewarta.co - Gubernur Bengkulu melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Muslih, mengharapkan agar kegiatan suluk dijadikan agenda resmi Provinsi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong.

“Mengingat perkembangan atas minat mengikuti kegiatan Suluk cukup tinggi, dan tiap periode terus mengalami peningkatan,” kata Muslih, disela-sela pembukaan Suluk di Gedung Pelatihan Rohani Pengajian Ilmu Tasawuf, Thareqat Naqsabandiyah, Desa Suka Datang Kec. Curup Utara, Rabu (8/5).

Apalagi kegiatan ini tergolong bersekala nasional karena diikuti oleh jamaah dari seluruh Indonesia. Jika diperlukan akan mengundang para gubernur asal peserta atau Menteri Agama RI.

Tahun depan diharapkan kegiatan ini lebih baik lagi, silahkan mengajukan proposal agar Gubernur Bengkulu dapat membantu, nanti akan dikawalnya sendiri.

“Kegiatan ini cukup bagus, apalagi diselenggarakan pada bulan puasa, dimana akan mendapatkan pahala yang berlipat. Peserta diharap menjaga fisik dan mengontrolkan diri di klinik kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengajian Tareqat Naksabandiyah, Rejang Lebong, Kemas Rezi Susanto, peserta saat ini sebanyak 684 orang, yang terdiri dari permpuan sebanyak 259 dan laki-laki sebanyak 425 orang. Mereka berasal dari Provinsi NTT, NTB, Jatim, Jateng, Jabar, Sumsel, Bengkulu (Kab. Kepahiang dan Kab. Bengkulu Tenga), serta Jabodetabek.

Padahal pada awalnya panitia hanya menargetkan 650 peserta untuk gelombang pertama ini.

“Gedung pusat ilmu tasawuf di Desa Suka Datang merupakan gedung utama pengajian ilmu Tasawuf Tareqat Naksabandiyah. Dan saat ini berlangsung kegiatan yang sama lima cabang lainnya di Provinsi Bengkulu,” tutur Kemas.

Di era 2004 sd 2015 banyak isu miring terkait keberadaan kegiatan Tareqat Naksabandiyah, tetapi setelah itu isu tersebut hilang dengan sendirinya karena kegiatan, Tareqat Naksabandiyah murni untuk mengamalkan Al Quran.

Pembukaan Kholawat Fijawat (Suluk) 2019/1440 H dihadiri oleh Guru Tareqat Naksabandiyah Syah Muda Niradin Badrul Zaman, Ketua Umum Pengajian Tareqat Naksabandiyah Rejang Lebong, Kemas Rezi Susanto, Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Muslih.