Gerakan Tanam Serentak Bengkulu Tengah Kejar Target 30 Hektare

Create: Sat, 23/05/2026 - 08:25
Author: Admin 3

Bengkulu Tengah - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu bersama Tim Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu menggelar Gerakan Tanam Serentak di Kabupaten Bengkulu Tengah, Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan program swasembada pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian produktif.

Kegiatan diawali dengan arahan dari Idha Widi Asanti yang menekankan pentingnya percepatan masa tanam untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Setelah itu, peserta langsung melakukan aksi tanam serentak di lahan pertanian dan dilanjutkan temu lapang di Desa Dusun Baru, Kecamatan Karang Tinggi.

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu, Andi M. Idil Fitri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari target nasional seluas 50 ribu hektare. Untuk Provinsi Bengkulu ditargetkan 641 hektare, sementara Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat target tanam 30 hektare.

Ia juga mengapresiasi kesiapan penyuluh pertanian Bengkulu Tengah dalam mendukung pelaksanaan gerakan tanam serentak tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara penyuluh dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mencapai target tanam.

Asisten Daerah II Kabupaten Bengkulu Tengah, Nurul Iwan Setiawan, menegaskan pentingnya pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif. Ia menyebut langkah itu diperlukan agar lahan sawah tidak beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.

Sementara itu, Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Bengkulu, Inneke Kusumawati, meminta akurasi data luas tambah tanam (LTT) terus diperbaiki agar sinkron dengan data e-pusluh dan SKA. Ia juga menekankan pentingnya pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian yang sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Kepala BRMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, menegaskan target 30 hektare di Bengkulu Tengah harus tercapai sesuai arahan Menteri Pertanian. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hingga 10 ton per hektare.

Shannora juga menyampaikan BRMP Bengkulu mendapat tugas tambahan melakukan verifikasi program bantuan pemerintah yang wajib ditandatangani kepala dinas pertanian. Selain itu, BRMP akan segera menggelar bimbingan teknis daring terkait program PM-AAS.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, mengungkapkan masih terdapat kendala di lapangan seperti keterbatasan alat mesin pertanian dan belum optimalnya pasokan air irigasi. Ia meminta para penyuluh segera mendata titik irigasi rusak untuk diusulkan perbaikannya ke Balai Wilayah Sungai.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif antara pemerintah daerah, BRMP, penyuluh dan petani. Diskusi tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat pendampingan teknis dan percepatan pembangunan irigasi demi mendukung swasembada pangan di Bengkulu.