BENGKULU,eWARTA.co -- Gempa kembali mengguncang Provinsi Bengkulu dengan pusat gempa berlokasi di 4.36 LS,102.34 BT atau 41 KM Barat Daya Seluma Bengkulu, pada kedalaman 26 KM, Sabtu (03/07/2021) malam pukul 20.09 WIB
Imma salah satu warga dipesisir Seluma tepat di Desa Sukasari Pasar Ngalam menuturkan, gempa sangat terasa kuat dibagian pesisir dikarenakan pusat gempa yang sangat dekat, untuk info kerusakan akibat dampak gempa bumi yang terjadi dilaporkan belum ada.
"Dibagian pesisir terasa kuat guncangan gempa tadi, dan alhamdulillah belum ada dampak kerusakan bangunan yang akibat gempa ini," ungkap Imma kepada jurnalis eWarta.co saat dikonfirmasi via WhatApp.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan bahwa, wilayah laut Bengkulu diguncang gempa tektonik. Dari hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,5 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 4.32° LS ; 102.31° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 km arah Barat Daya Kabupaten Seluma, Bengkulu pada kedalaman 60 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelas Bambang.
Dia menambahkan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Manna III-IV MMI Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Argamakmur, Kepahiang, dan Curup III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Enggano, Mukomuko, dan Liwa II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Untuk informasi Gempa bumi Susulan hingga hari Sabtu, 03 Juli 2021 pukul 20.37 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," sambungnya.
Sementara itu, dihimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah, serta pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. (Nandar).









