BENGKULU,eWARTA.co -- Harga gas melon 3 kilogram kembali naik di beberapa kecamatan di Kota Bengkulu.
Warga Kecamatan Muara Bangkahulu, Yanti mengatakan kenaikan harga dipengaruhi langkanya gas sejak dua hari terakhir.
Ia mengatakan sudah dua hari dirinya mencari gas rumah tangga ini namun di beberapa tempat seperti di Kecamatan Muara Bangkahulu Kelurahan Bentiring, Pematang Gubernur hingga ke Kecamatan Sungai Serut, stok gas habis.
Setelah mendapati gas yang dijual pihak ketiga, dirinya harus rela membayar gas jauh dari harga eceran tertinggi yakni Rp25 ribu.
"Beberapa warga ada yang beli di harga Rp27 ribu sampai Rp29 ribu malahan," katanya, Rabu (3/11/21).
Langkanya gas di beberapa wilayah ini sudah berlangsung sejak awal bulan November. Dari pengakuan masyarakat, tidak ada kelangkaan di pangkalan gas resmi.
Demikian di beberapa warung kelontong, masyarakat yang ingin membeli sudah harus memesan terlebih dahulu agar mendapat gas dengan kenaikan harga mencapai hingga Rp 2ribu dari biasanya.
Sementara itu, mengatasi terjadinya kelangkaan gas di Kota Bengkulu jelang akhir tahun, Pemerintah Kota Bengkulu kembali melakukan pemantauan.
Plt Asisten I Eko Agusrianto dan Asisten II Saipul Apandi turun kelapangan mengecek distribusi dan persediaan gas LPG 3 kilogram.
Namun dari penyampaian salah satu pemilik pangkalan gas di Tanah Patah, Wulan mengatakan saat ini distribusi gas sudah normal dan tidak terjadi antrean yang menumpuk seperti beberapa bulan terakhir. (Bisri)









