Ganti Open House dengan Budaya Kupatan, Bupati Jember Wujudkan Silaturahmi dan Pelestarian Budaya

 

Jember, eWarta.co - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Halalbihalal dengan tradisi kupatan pada hari pertama masuk kerja usai libur Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026 Masehi, Rabu (25/3/2026) sore. Acara ini dihadiri jajaran Forkopimda Plus, kepala OPD, camat, lurah, ASN, dan masyarakat, serta dimeriahkan dengan siraman rohani dari ulama.

​Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa kupatan dipilih sebagai pengganti open house untuk melestarikan budaya leluhur.

​"Kupatan memiliki makna filosofis kuat, yaitu 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan, yang sejalan dengan semangat saling memaafkan saat Idulfitri," ujarnya.

​Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi dan mempererat kebersamaan antar ASN dan masyarakat. Warga pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi dan bersilaturahmi dengan pejabat daerah.

​"Melalui kupatan, kita diajak mempererat kebersamaan, menghilangkan iri dan permusuhan, saling memaafkan, berbagi kepada sesama, hingga pada akhirnya menjadi bentuk pertanggungjawaban kita kepada Allah SWT," kata Bupati Fawait.

​Lebih lanjut, Bupati Fawait menuturkan bahwa kupatan mengandung empat nilai utama, yakni lebaran, leburan, luberan, dan laporan. Lebaran dimaknai sebagai perayaan kemenangan bersama, leburan sebagai proses melebur dosa, luberan sebagai ajakan berbagi dan bersedekah, serta laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan.

​Sebagai simbol budaya kupatan, para hadirin, termasuk warga dan ASN Pemkab Jember, dipersilakan menikmati hidangan kupat sambil berbagi cerita pengalaman selama libur Idulfitri. (Adv)

​Penulis: Hafit

Foto: Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam acara halalbihalal Kupatan di Pendopo Wahyawibawagraha Pemkab Jember.