Erupsi Anak Krakatau Berpotensi Ganggu Perjalanan, UNEJ Fasilitasi Peserta PEKSIMINAS XVIII Tampil Daring

Create: Mon, 07/09/2026 - 23:46
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Erupsi Gunung Anak Krakatau menjelang penyelenggaraan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) XVIII berpotensi mengganggu jadwal perjalanan peserta dari luar provinsi akibat keterlambatan (delay) penerbangan.

​Kendati demikian, kendala tersebut tidak menyurutkan semangat ratusan mahasiswa dari 32 provinsi di Indonesia. Universitas Jember (UNEJ) bersama BPSMI Pusat memastikan PEKSIMINAS XVIII Tahun 2026 tetap berjalan dan seluruh peserta diberikan kesempatan untuk tampil.

​Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., menyebutkan bahwa sebagian peserta memang mengalami penundaan perjalanan akibat gangguan penerbangan dampak erupsi tersebut.

​"Tidak masalah. Peserta yang terlambat tetap kami beri kesempatan tampil di hari berikutnya atau di urutan terakhir. Jika benar-benar tidak bisa hadir secara fisik, kami telah menyiapkan fasilitas ruang Zoom," ujar Fendi saat konferensi pers di Gedung Rektorat UNEJ, Senin (7/9/2026) sore.

​Fendi menambahkan, terkait keputusan mekanisme penilaian bagi peserta yang tampil secara daring, hal itu sepenuhnya menjadi diskresi dari dewan juri.

​"Kami selaku penyelenggara memfasilitasi sarana dan prasarana agar seluruh kontingen tetap dapat berpartisipasi," tegasnya.

​Hingga Senin pukul 10.00 WIB, sebanyak 13 kontingen provinsi dilaporkan telah melakukan registrasi. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran.

​Ajang nasional ini diperkirakan diikuti oleh 894 mahasiswa peserta dan 470 pendamping dari 32 kontingen BPSMI Provinsi. Untuk memberikan pelayanan optimal, UNEJ menerjunkan Liaison Officer (LO) yang berasal dari Duta Kampus dan Duta Fakultas.

​Para LO bertugas mendampingi kontingen, menjadi penghubung dengan panitia pelaksana, sekaligus memantau perkembangan peserta yang masih dalam perjalanan.

​Fendi menjelaskan, PEKSIMINAS XVIII dijadwalkan berlangsung pada 8–10 September 2026. Ajang ini memperlombakan 15 tangkai lomba yang mencakup seni pertunjukan, sastra, hingga seni rupa, serta didampingi oleh total 460 pejabat official.

​Sementara itu, perwakilan BPSMI Pusat, Eko Sri Haryanto, menegaskan bahwa semangat utama PEKSIMINAS adalah pembinaan, bukan sekadar mencari pemenang. Oleh karena itu, kebijakan fleksibel (diskresi) diberikan kepada peserta yang terdampak bencana alam.

​"Ini adalah ruang bertemunya talenta seni mahasiswa dari seluruh Indonesia. Jangan berhenti di kompetisi, tetapi manfaatkan juga untuk membangun jejaring," terangnya.

​Selain agenda perlombaan, panitia juga menghadirkan "Pasar PEKSIMINAS" yang memamerkan produk-produk UMKM lokal Jember. Sejumlah tangkai lomba juga diangkat dengan mengusung potensi lokal sebagai tema utama karya. (Hafit)