Lampung, eWarta.co -- Perkembangan ekonomi digital di Provinsi Lampung terus menunjukkan pertumbuhan. Penggunaan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digital semakin meluas, seiring meningkatnya kebiasaan masyarakat melakukan transaksi secara non-tunai.
Nilai transaksi QRIS di Lampung bahkan telah mencapai Rp1,87 triliun. Besarnya angka tersebut menjadi salah satu gambaran meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di tengah masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan perkembangan transaksi digital perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan. Menurutnya, kemajuan teknologi pembayaran tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya masyarakat yang menggunakan layanan digital.
Literasi keuangan, terutama di kalangan generasi muda, dinilai menjadi bagian penting agar perkembangan ekonomi digital dapat memberikan manfaat secara optimal.
Rahmat menyampaikan hal tersebut dalam acara Lampung Financial Festival 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026. Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti besarnya jumlah merchant QRIS yang telah tersebar di berbagai wilayah Lampung.
Merchant QRIS Capai 889 Ribu
Berdasarkan data hingga April 2026, jumlah pengguna merchant QRIS di Provinsi Lampung telah mencapai sekitar 889 ribu. Angka tersebut dinilai cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah keluarga yang ada di wilayah tersebut.
Rahmat menyebut jumlah keluarga di Provinsi Lampung berada di kisaran 2,7 juta. Dengan demikian, jumlah merchant QRIS yang mencapai 889 ribu menunjukkan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital sudah menjangkau bagian besar dari aktivitas ekonomi masyarakat.
"Jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung, ini digital ya. Kalian pakai QRIS semua nggak di sini? 889 ribu. Ini tahu nggak? Jumlah keluarga di Provinsi Lampung itu 2,7 juta. Sepertiga keluarga itu punya kalau secara komposisi punya merchant QRIS," ujar Rahmat dalam acara tersebut.
Pertumbuhan merchant QRIS tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pembayaran konsumen. Bagi pelaku usaha, keberadaan QRIS juga menjadi alternatif untuk menerima pembayaran tanpa harus menyediakan uang kembalian atau mengandalkan transaksi tunai.
Generasi Muda Perlu Paham Keuangan Digital
Di tengah pesatnya perkembangan pembayaran digital, pemerintah daerah melihat literasi keuangan sebagai tantangan yang tidak kalah penting. Kemudahan melakukan transaksi melalui ponsel perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.
Hal tersebut terutama menjadi perhatian bagi generasi muda yang menjadi salah satu kelompok paling aktif menggunakan layanan digital. Kemudahan pembayaran dapat membantu aktivitas sehari-hari, tetapi juga perlu dibarengi dengan kebiasaan mengatur pengeluaran dan memahami risiko transaksi digital.
Pemahaman mengenai keamanan akun juga menjadi bagian dari literasi keuangan digital. Masyarakat perlu mengetahui pentingnya menjaga PIN, kode OTP, serta informasi pribadi agar tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
QRIS Dorong Perubahan Transaksi
Penggunaan QRIS telah mengubah cara masyarakat melakukan pembayaran di berbagai sektor. Merchant dari skala kecil hingga usaha yang lebih besar dapat menyediakan pilihan pembayaran digital bagi konsumennya.
Bagi konsumen, sistem pembayaran menggunakan kode QR menawarkan proses yang relatif praktis. Transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak.
Pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital di Lampung tidak hanya terjadi pada sektor teknologi, tetapi mulai masuk ke aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Dengan nilai transaksi QRIS yang telah mencapai Rp1,87 triliun dan jumlah merchant sekitar 889 ribu, perkembangan ekonomi digital Lampung masih memiliki ruang untuk tumbuh lebih jauh.
Namun, peningkatan penggunaan layanan digital perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi pembayaran, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara aman dan bijak.










