BENGKULU,eWARTA.co -- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu mendukung gerakan tanam kopi nasional dengan menyemai 20.000 batang bibit kopi arabika.
Pejabat BPTP Bengkulu Shannora Yuliasari menyampaikan bahwa saat ini BPTP Bengkulu sedang melaksanakan kegiatan Produksi benih kopi arabika yang merupakan kerjasama dengan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan dengan target produksi benih kopi arabika 20.000 batang.
"20 ribu batang kopi kami semai untuk mendukung program ini. Benih kopi masih di persemaian dan baru akan pindah tanam ke polibeg sekitar bulan Februari," kata Yuliasari, Selasa (1/2/22).
Harapan Kementerian Pertanian menjadikan Indonesia tiga besar penyuplai kopi dunia, membuat BPTP Bengkulu terus berkontribusi membantu petani lokal untuk pengembangan tanaman komoditas ini.
Yuliasari mengatakan pembibitan sendiri diperkirakan akan selesai pada Agustus 2022 dan selanjutnya benih kopi akan didistribusikan kepada petani di dua kabupaten di Bengkulu.
"Setelah selesai, bibit akan kami distribusikan ke petani di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang dengan masing-masing menerima 10.000 batang," katanya.
Ia menambahkan selama ini tanaman kopi jenis arabika sudah banyak ditanam oleh petani di Kabupaten Rejang Lebong dengan luasannya mencapai 295 hektare, sedangkan untuk tanaman kopi jenis robusta luasannya mencapai 23.103 hektare.
Gerakan Tanam Kopi Serentak ini sudah mulai dilaksanakan di Provinsi Bengkulu beberapa hari lalu dengan pusat penanaman di Desa Sumber Bening Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong dengan menanam kopi jenis Arabika Sigararutang.
"Harapannya Bengkulu juga menjadi penyuplai kopi nasional seperti yang diharap selama ini," kata Yuliasari. (Bisri)









