Dua Pekan Jelang Lebaran, Harga Bawang Merah Mulai Meroket Naik

Terlihat salah satu pedagang bawah merah di pasar tradisional.
Create: Wed, 06/05/2020 - 15:44
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co – Memasuki dua pekan terakhir Ramadhan, harga komoditas bawang merah yang terpantau di sejumlah pasar tradisional seperti Panorama, Minggu, Pagar Dewa, dan Pasar Kampung Atas Kota Bengkulu mulai mengalami kenaikan harga dari Rp 30.000 menjadi Rp 60.000/kg.

Salah satu pedagang bawang di pasar tradisional Kampung Atas, Ahmad (26) ketika ditemui, Rabu (6/5) mengatakan melonjaknya harga bawang merah dalam sepekan ini, karena penyuplai bawang merah yang berasal dari luar Provinsi Bengkulu tidak bisa masuk ke Bengkulu.

Akibatnya, stok dari petani bawang merah yang ada terbatas sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

“Modal membeli bawang merah dari gudang saja sudah Rp 58.000/kg dan terus naik selama sepekan terakhir. Karena akibat wabah virus ini, bawang yang dari luar Provinsi tidak bisa masuk. Terus terang jika stok bawang merah di Bengkulu tidak ditambah segera dan hanya mengandalkan stok dari petani bawang merah yang terbatas, dikhawatirkan kebutuhan menjelang Lebaran tidak bisa terpenuhi,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia harga bawang putih masih normal yakni Rp 30.000/kg. Naiknya harga bawang merah ini diprediksikan berlangsung lama hingga menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Sementara itu, harga cabai di Pasar Minggu Kota Bengkulu, mengalami penurunan harga dari yang sebelumnya Rp 40.000/kg menjadi Rp 15.000 hingga Rp 10.000/kg.

Sur (35), pedagang cabai Pasar Minggu, Kota Bengkulu, mengatakan, turunnya harga cabai akibat banyak rumah makan dan warung yang berjualan makanan tutup.

“Harga jual di petani juga rendah karena para pembeli besar dari provinsi lain juga tidak sebanyak sebelumnya,” imbuhnya.

Selain itu ia menjelaskan, para petani cabai di Bengkulu, juga dikeluhkan dengan harga jual cabai yang rendah daripada pengepul. Padahal beberapa waktu sebelumnya, para petani ini juga diuji dengan hama yang menyerang tanaman cabai mereka. (Ica)