DPRD Kota Bengkulu Minta Pemkot Lengkapi Sarana dan Prasarana TPU Merah Putih

DPRD Kota Bengkulu Minta Pemkot Lengkapi Sarana dan Prasarana TPU Merah Putih
Create: Mon, 15/03/2021 - 20:42
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain meminta Pemerintah Kota Bengkulu segera melengkapi sarana dan prasarana di lokasi Taman Makam Merah Putih sebagai bentuk relokasi pemakaman di kota ini.

“Memang solusinya pemerintah harus menyediakan relokasi. Oleh karena itu kami lihat kesiapan dari lokasinya," kata Teuku, Senin (15/03/2021).

Inspeksi mendadak yang dilaksanakannya, didapati kondisi tempat tersebut sarana dan prasarananya masih belum memadai seperti akses jalan hingga lahan yang belum diratakan keseluruhan.  

"Makanya secepatnya kami inginkan bahwa sarana dan prasarana ini segera dilengkapi, diperbaiki. Misalnya jalan, tentu harus ada pengerasan di lokasi ini. Karena bagaimana pun nantinya orang memakamkan itu melihat kondisi kondisi jalan, jika jalannya becek tentu akan menjadi kendala. Segera lakukan pengerasan," kata Teuku.

DPRD Kota Bengkulu Minta Pemkot Lengkapi Sarana dan Prasarana TPU Merah Putih

Tak hanya penyediaan jalan, Teuku juga meminta agar perataan tanah pemakaman segera dilakukan.

"Karena jangan sampai ada yang rendah, ada yang tinggi. Saat ini yang terlihat belum sampai satu hektar yang telah diratakan. Kami minta ini disegerakan sehingga tidak ada lagi alasan bagi ahli waris menolak,” jelas Ketua Komisi I itu. 

Sementara itu, terkait dengan anggaran pemindahan makam tersebut, anggota Komisi I Ariyono Gumay yang sekaligus anggota Banggar DPRD Kota Bengkulu menjelaskan untuk tahun ini anggaran relokasi makam belum ada dalam pembahasan APBD 2021. 

"Ya memang pada saat pembahasan di APBD 2021 tidak ada anggaran untuk pemindahan dan relokasi makam. Dan perlu diketahui bersama untuk pemindahan itu perlu biaya. Dari menggali sampai menanam kembali. Seperti layaknya di TPU-TPU biasa, itu kan penggalian dan pemakaman itu sekitar Rp 1 juta," kata Ariyono.

Ariyono mengatakan setidaknya terdapat 260 makam yang akan direlokasi dimana setiap makam pemindahannya membutuhkan biaya sekira Rp 2 juta.

"Sedangkan saat ini belum ada anggaran untuk itu,” kata Ariyono. 

Sambung Ariyono, biaya pemindahan itu juga perlu dipertimbangkan dan harus di kaji secara komprehensif dan paripurna. Baik itu kesiapan sarana dan prasarana maupun kesiapan di anggaran. 

“Penataan lahan harus disiapkan. Yang perlu dipertimbangkan lagi, Pemkot harus melakukan pembagian blok muslim dan blok non muslim. Dikhawatirkan kalaulah nanti mereka bersepakat untuk dipindahkan, namun belum ada penataan bloknya. Sedangkan itu perlu pemisah antara muslim dan nonmuslim. Saya pikir yang paling penting adalah biaya dalam merelokasi, kemudian penataan blok untuk makam merah putih yang baru,” tutupnya. (Bisri/Adv)