Bengkulu, eWarta.co -- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu menggelar Bimbingan teknis implementasi Elektronik Arsip Terintegritas Srikandi di Hotel Santika Kota Bengkulu, (9/8/2022)
Bimtek yang digelar selama 2 hari mulai dari tanggal 9-10 Agustus 2022. Adapun peserta yang mengikuti Bimtek di antaranya Badan Kepegawaian Daerah, Biro Umum, Biro Ortala, BPSDM, Kominfotik, DPK Kota Bengkulu, DPK Bengkulu Tengah, dan DPK Provinsi Bengkulu.
Kegiatan Bimtek yang dibuka oleh Direktur Kearsipan Daerah II ANRI Drs Azmi, M.Si dan sambutan dari Kepala DPK Provinsi Bengkulu H Meri Sasdi, M.Pd. Adapun yang menjadi Narasumber pada acara tersebut Dra Priatni Wuryatmini, M.Hum selaku Koordinator Wilayah II B ANRI) dan Suproyono, ST. Ars selaku Arsiparis Muda ANRI.
"Dari seluruh Provinsi yang ada di pulau Sumatra Bengkulu menjadi salah satu dari 7 yang di pilih untuk mengadakan Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegritas Srikandi, ini menjadi modal harapan dari ANRI dan harapan dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan kita semua bagaimana e-Arsip Terintegrasi Srikandi segera untuk Provinsi Bengkulu karena nanti akan mempercepat pembangunan di daerah," terang Kepala Dinas membuka acara.
Dalam Komitmen Peserta Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegritas Srikandi secepatnya Aplikasi E-Arsip Srikandi akan dilaunching dalam waktu lebih kurang satu bulan.
Diharap seluruh pustakawan DPK maupun OPD nantinya dapat mencermati dan mengimplementasikan penggunaan aplikasi ini.
Selain itu, lanjut Azmi, penggunaan aplikasi Srikandi ini dapat menjadi wadah agar para pustakawan melakukan pemetaan dan pendataan terkait arsip dan sejarah yang ada di daerah sehingga nantinya dipublikasikan sebagai kekayaan intelektual daerah.
"Bengkulu adalah salah satu Wilayah Indonesia yang penuh dengan nilai-nilai kesejarahan. Yang kita tau bahwa Bengkulu itu banyak memiliki situs, memiliki beberapa heritage dan memori kolektif bangsa dan ini juga akan menjadi modal bagaimana nanti kekayaan informasi itu kita bisa informasikan secepat kepada seluruh stakeholder maupun masyarakat Indonesia," ungkap Azmi. (Adv)









