BENGKULU, eWARTA.co - Pemilihan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) di Desa Pauh Terenja Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko sempat diwarnai aksi kericuhan, Rabu (5/2) kemarin.
Kericuhan terjadi akibat adanya dua tim sukses calon, Roza Febri dan Adi Setiawan, mengajukan protes lantaran suara yang diperoleh sama, yakni 69 suara.
Menurut informasi, kericuhan melibatkan kedua tim sukses calon BPD tersebut dengan Kepala Desa Pauh Terenja.
Saat dikonfirmasi, Camat XIV Koto Suyitno, mengaku memang pada pemilihan BPD di desa Pauh Terenja sempat diwarnai kericuhan dengan pasal suara yang draw, namun berselang tak beberapa lama dilakukan musyawarah mufakat antar Kepala Desa, kedua tim sukses calon dan panitia untuk menemukan jalan keluar.
"Berdasarkan hasil musyawarah mufakat tersebut telah disepakati oleh kedua belah pihak, Sehingga dalam hal ini untuk kedua belah pihak, berdasarkan hasil kesepakatan mereka berdua hasilnya di menangkan oleh Roza," katanya, Kamis (6/2).

Perolehan suara sebelum terjadi kericuhan. Dari hasil kesepakatan tersebut, Adi sangat berbesar hati untuk menerima keputusan tersebut, memang walaupun tidak terpilih sebagai BPD, beliau sangat mendukung program-program desa yang akan dilaksanakan kedepannya.
"Kami sangat berterimakasih terhadap kerjakeras dari panitia yang telah berupaya semaksimal mungkin, kemudian kepada kepala desa beserta perangkatnya yang telah memfasilitasi proses pemilihan tersebut, kemudian bhabinkamtibmas dan Babinsa yang telah aktif mendampingi pelaksanaan pemilihan, kami selaku camat Kecamatan XIV Koto mengucapkan terima kasih kepada Desa Pauh Terenja yang telah melaksanakan pemilihan dengan baik," pungkasnya.
Beliau juga berharap, di desa-desa lainnya yang adai di Kecamatan XIV Koto dapat membangun desa masing-masing dengan baik sehingga dapat mewujudkan harapan dan impian dari masyarakat desa tersebut. (Budi)









