Bengkulu, eWARTA.co -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu Yenita Syaiful menyebutkan distribusi minyak kemasan ekonomis, MinyakKita yang dikeluarkan Kemendag RI belum dapat terealisasi lantaran tengah mempertimbangkan biaya akomodasi.
"Ada dua distributor, Indomarco dan Idfood yang telah memastikan menjadi penyalur MinyakKita. Namun sampai saat ini distributor masih mempertimbangkan biaya akomodasinya untuk mengangkut stok ke Bengkulu," sampai Yenita, Selasa (26/7/2022).
Yenita mengatakan distributor masih memperhitungkan penjualan minyak kemasan turunan minyak curah rakyat ini sesuai harga eceran tertinggi (HET) dengan angka penjualannya.
"Sebab jika masih harus dijual dengan harga HET Rp14 ribu perliter, maka berapa biaya angkutnya ke Bengkulu itu harus diperhitungkan," katanya.
Sehingga Disperindag belum dapat memastikan kapan distribusi MinyakKita akan sampai di Bengkulu.
Padahal dalam aturan yang dikeluarkan Mendag RI Zulkifli Hasan menjelaskan terdapat skema insetif bagi produsen dan distributor minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita.
Insentif tambahan akan ditambah apabila produsen memasok Minyak Kita untuk wilayah-wilayah tertentu, seperti Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Gorontali, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Kemudian, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat. Di wilayah tersebut memang harga minyak goreng curah masih di kisaran Rp20.000 per liter.
Insentif tersebut adalah berupa pemberian komposisi hak ekspor minyak sawit mentah (CPO) lebih banyak dibandingkan dengan hanya memproduksi minyak goreng curah.
Angkanya bervariatif, mulai dari 1,10 sampai 1,35 dengan matriks regionalisasi yang disesuaikan pada kondisi DMO daerah









