BENGKULU, ewarta.co - Menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu, Ketua DPRD Kota Bengkulu Suprianto beserta Ketua dan anggota Komisi II lakukan inspeksi mendadak ke PLTU Teluk Sepang, PT Tenaga Listrik Bengkulu, pada Senin (11/11).
Kedatangan Ketua dan Komisi II DPRD Kota Bengkulu ini guna mempertanyakan kepada pihak pengelola PT Tenaga Listrik Bengkulu terkait tenaga kerja yang diperkerjakan oleh perusahaan ini.
Akankah perusahaan ini memperkerjakan warga Teluk Sepang atau warga Kecamatan Kampung Melayu atau tidak, karena perusahaan ini berdiri di lahan yang terletak di Teluk Sepang.
"Kita menindaklanjuti keluhan warga yang datang ke DPRD, jadi kita lihat secara langsung, komentar warga kan mengakomodir warga untuk bekerja disana, tadi kita sudah minta kepada manajemen untuk memperioritaskan masyarakat Teluk Sepang," kata Ketua DPRD Kota Bengkulu Suprianto, usai sidak.
Saat pertemuan, menurut Suprianto, pihak managemen PT Tenaga Listrik Bengkulu menyampaikan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh dewan tidak disertai data.
Jika begitu, maka tidak bisa memvalidasikan ada berapa persen tenaga kerja yang merupakan warga Kelurahan Teluk Sepang atau Kecamatan Kampung Melayu yang diperkerjakan disana.
Untuk itu, pihak DPRD akan segera memanggil kembali managemen PT Tenaga Listrik Bengkulu ke Kantor DPRD Kota Bengkulu dengan membawa data secara rinci mengenai karyawan yang ada di perusahaan tersebut.
"Mereka bicara tidak dengan data, nah nanti kita minta mereka mempersiapkan datanya, mungkin kita panggil ke DPR untuk sama-sama kita kroscek disana datanya, jadi kita lihat nanti apakah betul apa yang mereka sampaikan tadi, kalau tanpa data kita nggak bisa mem validasi itu, itu kita minta mereka untuk menyiapkan data," tambahnya.
Selain tenaga kerja, Dewan juga mempertanyakan soal dana CSR dari PT Tenaga Listrik Bengkulu ini, tentu juga diminta dengan bukti yang nyata, jika CSR sudah diberikan kepada masyarakat Teluk Sepang.
Mengingat, masyarakat Teluk Sepang menjadi yang paling utama mendapatkan dampak dari perusahaan ini, seperti debu dan sebagainya. Sementara, HSE Enginer PT Tenaga Listrik Bengkulu Zul Hilmi mengatakan, pihaknya akan mengakomodir apa yang telah diminta oleh para anggota dewan.
Mengenai cercaan dewan soal persentase pekerja warga Teluk Sepang, pihaknya belum bisa menampilkan lantaran para anggota dewan datang ke perusahaan itu secara mendadak.
"Insya Allah nanti kita akan akomodir dan kita akan penuhi. (Terkiat persentase pekerja dari warga Teluk Sepang) data pasyinya kita belum bisa sampaikan, karena kunjungan kali ini sifatnya mendadak bagi kami sehingga kita belum bisa sampaikan, nanti akan ada kunjungan lanjutkan nah di situ nanti Insyaallah akan kita tampilkan," ungkapnya. (Nay)









