Diringkus Polisi, Mucikari: Tarif 400-500 Ribu Dua Korban Berstatus Pelajar

Pelaku, Mucikari porstitusi online EC dihadiahi baju orange dan langsung digelandang ke sel tahanan Polres Kota Bengkulu.
Create: Mon, 28/10/2019 - 22:31
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Ada-ada saja yang dilakukan oleh EC (22), seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Pasar Baru Lecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu ini, ia memanfaatkan kemajuan teknologi yang serba digital seperti saat ini.

Namun, pemanfaatan teknologi ini oleh IRT ini justru disalah gunakan dan membawanya harus berurusan dengan pihak kepolisian, lantaran menggunakan sosial media wechat untuk menawarkan pekerja seks komersial (PSK) kepada pria hidung belang.

Selama lima bulan, EC berlaku sebagai mucikari yang menekuni prostitusi online, ia menjual lima perempuan yang menjadi korbannya ini atas permintaan tamu yang menghubunginya melalui media sosial.

Ironinya, dari kelima korban tersebut dua diantaranya masih tergolong dibawah umur dan masih berstatus sebagai pelajar di Kota Bengkulu, yakni TA (16) dan AS (16), sedangkan tiga korban lainnya yakni DV (24), VR (20) dan MY (20).

EC menjual lima perempuan ini dengan tarif 400 hingga 500 ribu tidak termasuk biaya penginapan di hotel. Pada Rabu (23/10) beberapa waktu lalu, Satuan Reskrim Polres Bengkulu berhasil mengamankan EC di Jalan Kampung Bali saat hendak pulang kerumanhya, usai melancarkan kegiatannya disalah satu hotel di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Akibat kegiatannya itu, EC akhirbya harus merasakan dinginnya dibalik jeruji besi, di ruang tahanan Polres Kota Bengkulu untuk mempertanggungjawabkan ulahnya yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital ke arah negatif itu.

"Pelaku disangkakan dengan Pasal 761 JO Pasal 88 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 2 UU nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana pemberantasan perdagangan orang dengan ancaman 15 tahun penjara," Ungkap Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna. (Nay)