BENGKULU,eWARTA.co - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) menyebut bahwa Gizi buruk disebabkan karena adanya penyakit penyerta. Lebih tepatnya Gizi kurang karena adanya penyakit penyerta.
Yupita selaku Kasi Kesehatan keluarga dan gizi masyarakat Dinkes kota menyebutkan bahwa, dimana penyebab gizi buruk tersebut terjadi dikalangan ekonomi menengah kebawah.
Tidak menerapkan pola hidup sehat, pengaruh lingkungan sekitar yang kurang bersih, kemudian pola asuh orang tua juga mempengaruhi.
"Gizi buruk disebabkan penyakit penyerta, terkadang orangtua kurang PHBS, misalnya orangtua merokok yang asapnya menyebar kemana-mana sehingga anak terhirup asap rokok tersebut, dan bisa mempengaruhi ke paru-paru", Ujar Yupita, Rabu (23/3/2022).
Lanjutnya, ketika dikota Bengkulu ada anak yang mengalami kurang gizi, maka pihaknya akan langsung memberikan penanganan.
"Pertama kita memberikan asupan gizi, kemudian makanan Pendamping nya, dan kalau memang belum sembuh maka akan kita rawat serta didampingi tenaga gizi kita dari puskesmas setempat serta kita ajarkan pola makan dan pola asuh", katanya.
Gizi buruk lebih diprioritaskan penanganannya kepada anak-anak di usia balita.
"Untuk gizi buruk ini ada 5 balita di tahun ini dan itu sudah dilakukan pendampingan oleh tim ahli gizi di puskesmas. Sebenarnya bukan gizi buruk, tetapi gizi kurang karena ada penyakit penyerta", pungkasnya. (Septi).









