SELUMA, eWarta.co – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Bengkulu, Gusti Miniarti, S.Kep., M.H., membuka kegiatan Sosialisasi Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Rabu (17/6/2026), di Aula Kantor Camat Talo, Kabupaten Seluma.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Lindungi Perempuan, Bersatu Hentikan Perdagangan Orang” ini dihadiri berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, serta para peserta dari wilayah Kecamatan Talo dan sekitarnya.
Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Seluma yang diwakili Ir. Hj. Dwi Halida Ariyani, Camat Talo Agus Darmawan, S.E., Camat Ilir Talo Tusmi Herawani, S.H., M.H., Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Seluma Sumiati, S.E., M.M., Danramil 425-02/Talo Kapten Inf. Siswan Affandi, Kapolsek Talo Iptu Arif Hidayat, S.Kom., perwakilan organisasi perangkat daerah terkait, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Sosialisasi menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni perwakilan Polda Bengkulu Ipda Dedy Pebrianto, S.H., M.H., Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah Bengkulu Wendry Surya, M.Psi., Psikolog, serta Direktur Yayasan PUPA Bengkulu Susi Handayani, M.Si.
Ketua panitia penyelenggara, Nima Yuliar Hartati, SKM., M.Kes., mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan serta bahaya perdagangan orang yang masih menjadi ancaman di tengah masyarakat.
“Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kita dan meningkatkan kesadaran serta peran aktif seluruh masyarakat di dalam mengenal bentuk-bentuk kekerasan,” ujar Nima.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kerap digunakan pelaku perdagangan orang.
“Menghindari iming-iming risiko terjebak penipuan dan mendorong keberanian terhadap diri sendiri untuk berani menolak,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Talo Agus Darmawan berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius sehingga materi yang disampaikan para narasumber dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Saya harap para peserta dapat menyimak dan memahami apa yang disampaikan oleh narasumber dan diterapkan di daerah masing-masing,” katanya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Bengkulu Gusti Miniarti menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan tindak pidana perdagangan orang.
Menurutnya, perlindungan terhadap perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga keluarga.
“Sosialisasi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan langkah nyata kita untuk saling mengingatkan, saling melindungi dan memperkuat pengetahuan,” ujar Gusti.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, masyarakat semakin memahami berbagai bentuk kekerasan dan modus perdagangan orang sehingga mampu melakukan pencegahan sejak dini.
“Semoga dengan sosialisasi ini, kita dapat membangun lingkungan yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan kejahatan perdagangan orang. Semoga perempuan dan anak-anak kita senantiasa terlindungi, berdaya dan bisa berkarya dengan tenang demi kemajuan bangsa dan daerah kita,” tutupnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami lebih dalam mengenai upaya pencegahan, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan, serta langkah-langkah menghindari praktik perdagangan orang yang semakin beragam modusnya.









