Dharma Husada Bandung Terapkan Kebijakan Manajemen Pendidikan Tinggi Kebidanan Saat Wabah Covid-19

Yeki Supriaten aisyah, Mahasiswa Magister terapan Kebidanan Dharma Husada Bandung
Create: Sun, 20/12/2020 - 19:34
Author: Alwin Feraro

 

BANDUNG,eWARTA.co -- Seolah tidak pernah habis pemaparan  terkait Covid-19, momok paling mengerikan saat ini tidak hanya menghantui Indonesia. Kematian harian di Amerika Serikat melampaui 2.000 kasus untuk pertama kalinya sejak Mei dan dengan kondisi rumah sakit di seluruh negeri sudah penuh. 

Hal ini menandakan lonjakan kematian yang akan datang ketika pandemi virus corona membayangi musim liburan. Bercermin pada kasus di negeri Paman Sam tersebut, penting melihat perubahan dan mau berubah, tetap bergerak dan aktif secara online, serta tidak monoton dan berharap sistem. 

Semua itu merupakan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas dalam dunia pendidikan tingkat tinggi kebidanan saat ini. Sangat penting bagi perkembangan pola pikir para mahasiswa yang lama berada di zona nyaman karena tidak adanya pertemuan tatap muka dengan pemateri.

Mengingat mayoritas akan tetap melakukan pembelajaran dari rumah, maka kita harus berfokus pada peningkatan kualitas Belajar Dari Rumah(BDR). Didorong dengan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, peningkatan kapasitas dosen secara digital, dan serta kualitas platform pendidikan daring yang lebih baik. 

Dharma Husada Bandung dengan akreditasi baik adalah kampus yang sudah menerapkan kebijakan pada  masa pandemi Covid-19, tetap bertujuan untuk mencetak lulusan yang kompeten. 

Di mana para alumni akan mampu mengimplementasikan dan mengembangkan Ilmu Kebidanan pendidikan lanjut secara fokus memperdalam pengetahuan, memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan kematangan intelektual yang dapat digunakan sebagai bukti untuk meningkatkan karier yang baik sebagai tenaga pendidik dan peneliti ilmu kebidanan.

Kebijakan ini diharapkan akan memberikan bekal bagi lulusan untuk tetap bisa bertransformasi secara lincah dengan kebutuhan masa depan walaupun sedang di terpa masa pandemi Covid-19 di sepanjang 2020. 

Oleh : Yeki Supriaten aisyah
Jurusan: Magister terapan Kebidanan Dharma Husada Bandung