Demo Mahasiswa di Bengkulu, Puluhan Mahasiswa dan Aparat Luka-Luka

Bentrok, aparat kepolisian terpaksa keluarkan tembakan gas air mata
Create: Tue, 24/09/2019 - 18:38
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Menuntut keadilan bagi rakyat Indonesia, ribuan mahasiswa yang tegabung dalam Gerakan Pemuda Rafflesia terpaksa masuk gedung DPRD Provinsi Bengkulu, hingga diwarnai kericuhan.

Kericuhan bermula saat mahasiswa ingin memasuki kantor DPRD Provinsi Bengkulu, namun sejumlah anggota dewan yang berada di kantor enggan mengizinkan seluruh mahasiswa memasuki gedung DPRD Provinsi Bengkulu, mereka hanya meminta perwakilan sekitar 50 mahasiswa untuk melakukan konsolidasi.

Akan tetapi, para mahasiswa berkomitmen, jika satu orang masuk maka semuanya harus masuk, tetapi tak kunjung diizinkan, maka dari itu para mahasiswa memaksa masuk kedalam gedung DPRD, namun dihadang oleh aparat kepolisian.

Kondisi kian memanas saat adanya aksi pelemparan batu dari kerumunan massa aksi ke arah kantor DPRD, hingga aparat kepolisian beberapa kali menembakkan gas air mata ke arah massa aksi.

Koordinator Lapangan dari Penanggung Jawab Universitas Bengkulu (Unib) Akselino Fernandes Adnan, menyatakan bahwa pelaku pelemparan batu tersebut bukanlah bagian dari mereka, melainkan penyusup pada aksi.

"Demo ini sudah kami jamin bakal banyak penyusup, maka tidak menutup kemungkinan adanya penyusup dalam aksi kami tadi, maka dari itu kami minta kepada aparat kepolisian dan kawan-kawan media untuk mencari tahu siapa dalangnya. Bukan (massa aksi), (pelaku pelemparan) kita jamin itu penyusup, provokator," Jelasnya, Selasa (24/9).

Sementara, Kapolres Kota Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetya, mengatakan tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian sudah sesuai dengan prosedur, karena untuk mwngendalikan massa aksi karena memaksa menerobos masuk ke dalam gedung DPRD.

Selain itu, tindakan kepolisian dilakukan juga untuk mencegah banyaknya jatuh korban serta mendorong massa aksi agar bisa lebih tenang.

"Iya, sesuai dwngan prosedur, karena memang ada untuk mengendalikan, karena bahaya juga, karena (massa aksi) berusaha untuk menerobos pagar, daripada nanti lebih banyak memakan korban, itu kan fungsinya untuk mendorong massa supaya agak tenang, tapi itu sebentar saja, bisa kita kendalikan semuanya," ungkap Kapolres.

Diketahui, beberapa mahasiswa massa aksi mengalami luka hingga dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit dan Klinik yang ada di Kota Bengkulu, serta beberapa aparat kopolisian juga mengalami luka akibat lemparan batu, termasuk Kabag OPS Polres Kota Bengkulu AKP Dista Naliputra yang mengalami benjol dibagian kepala.

Tak lama usai kerusuhan memuncak, beberapa anggota dewan keluar untuk mememui massa aksi dan menyetujui tuntutan yang disampaikan dalam aksi oleh para mahasiswa.

Anggota dewan yang bersedia menemui mahasiswa yakni, Usin Abdisyah Sembiring, Erna Sari Dewi, Suharto, Suimi Fales, Anwar Samsi, Darmawansyah, Badrun Sanusi, Herwin Suberhani, Sefti Yuslinah, Edy Ramli dan Herizal Afriansyah. (Nay)