SELUMA, eWarta.co -- Pencurian ternak sapi kembali terjadi di Kabupaten Seluma, kali ini kejadian tersebut terjadi di areal perkebunan kelapa sawit Desa Talang Tinggi Kecamatan Seluma Barat. warga menemukan isi perut sapi yang tergeletak di tanah di areal perkebunan sawit.
Diketahui sapi tersebut milik Haris Dwi Putra (29) warga Desa Talang Tinggi, disampaikannya memang setiap pagi dirinya rutin mengecek sapi miliknya, saat tiba dilokasi ia langsung menemukan bahwa sapi miliknya hanya tersisa isi perutnya tergeletak dibawah sawit.
"Iya benar sapi milik saya satu ekor, lagi hamil. Satu lagi sapi milik warga sini juga. Saat saya cek ke lokasi dimana sapi saya diangonkan, hanya tersisa isi perutnya lagi. Sapi saya lagi hamil sekitar 5 bulan. Hanya disisakan isi perut, untuk organ tubuh lainnya tidak ada ditemukan dilokasi, " Sampainya, Kamis (1/8/2024).
Dilanjutkannya, dilokasi kejadian dirinya menemukan Potasium Sianida (racun potas) yang dibungkus dengan daun mangga dan diikat dengan benang. Ia memprediksi sebelum sapi miliknya di bantai oleh maling, sapi tersebut memakan racun itu terlebih dahulu.
"Disekitar tempat pembantaian sapi ada potas yang berbungkus daun mangga dan diikat dengan benang, hal ini dilakukan oleh maling" sambungnya.
Ditambahkannya, kejadian maling sapi di daerah Talang Tinggi ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya tidak pernah terjadi karena masyarakat terus patroli setiap malamnya.
"Sebenarnya baru kali ini terjadi di Desa kami, kalau melihat dari ditemukannya potas disekitar pembantaian sapi. Sapi ini memakan racun terdahulu baru dilakukan pembantaian oleh maling" tambahnya.
Sementara itu, 2 ekor sapi yang dibantai oleh maling ini kerugian peternak sapi diperkirakan sampai Rp 30 juta Rupiah. (Rns)









