Cegat dan Nerobos Temui Presiden Jokowi, Emak - Emak di Bengkulu Sampaikan ini ke Presiden

Create: Fri, 21/07/2023 - 10:39
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co -- Emak - emak dari Desa Pasar Seluma menghadang rombongan Presiden Jokowi yang sedang melakukan kunjungan kerja di Bengkulu.

Meski sempat dicegah oleh aparat keamanan, perempuan yang berasal dari Desa Pasar Seluma berhasil bertemu Presiden Jokowi dan meminta presiden untuk segera mencabut izin PT Faminglevto Baktiabadi (PT FBA) yang merupakan pertambangan pasir besi yang beraktifitas di Desa Pasar Seluma Kab. Seluma Provinsi Bengkulu.

Aksi spontan ini dilakukan pada saat rombongan Presiden Jokowi sedang melakukan rangkaian agenda kerja dari tanggal 19 sd 21 Juli 2023 di Provinsi Bengkulu.

“Saya tadi sempat di kasih baju dengan bapak jokowi, tapi saya tolak, karena saya ketemu bapak jokowi ingin mintak tolong usir tambang pasir besi yang merusak di wilayah kami,"terang Elda Nenti.

Alhamdulillah setelah saya dengan ibu-ibu yang lain berusaha bertemu bpak jokowi, saya perwakilan ibu2 bisa ketemu langsung dengan bapak jokowi, saya sampaikan dengan bapak jokowi mintak tolong usir tambang pasir yang merusak di dusun kami, tadi bapak jokowi menanyakan nama perusahaan, alamat/wilayah, dan menanyakan nama saya dan sempat mencatat nomor HP saya, dan bapak Jokowi juga bilang insyaa allah akan ke sana“.

Masyarakat Desa Pasar Seluma selama ini terus melakukan aksi penolakan terhadap kehadiran PT FBA yang akan merampas ruang hidup serta menimbulkan kerusakan ekologis yang dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di pesisir barat Kabupaten Seluma.

Masyarakat telah mendesak berbagai pihak untuk segera mencabut izin PT FBA antara lain Bupati Seluma, gubernur Bengkulu, Kementerian ESDM RI dan KLHK RI namun Kementerian ESDM RI malah mencabut status penonaktifan PT FBA sedangkan KLHK RI justru mengeluarkan Surat Persetujuan Lingkungan untuk PT FBA.

Selain itu masyarakat juga telah melaporkan dugaan pelanggaran perizinan dan pelanggaran lain oleh PT FBA ke Kantor Staf Presiden, Ombudsman RI, Komnas Perempuan dan Komnas HAM serta melakukan aksi di depan Istana Negara.

Atas fakta pelanggaran dan penolakan dari masyarakat sudah seharusnya Presiden Jokowi mencabut izin PT FBA dicabut, Puji Hendri Julita Sari Manager Perluasan Keadilan Gender dan iklim WALHI Bengkulu menyatakan;

“Baru – baru ini Dirjend Minerba Kementerian ESDM malah mengeluarkan surat No:B-397/MB.07/DBT.PL/2023 yang berisi perintah perbaikan izin dan mencabut status penonaktifan PT FBA. Kemudian KLHK RI justru mengeluarkan surat No: SK.4955/MENLHK-PKTL/PDLUK/PLA.4/2023 tentang Persetujuan Pernyataan Kesanggupan Lingkungan Hidup Kegiatan Pertambangan Pasir Besi.

Kedua Kementerian ini jelas sudah mengabaikan aspirasi masyarakat yang sudah bertahun-tahun dan menolak untuk melibatkan masyarakat Pasar Seluma sebagai desa berdampak, kondisi desa juga rawan bencana, sehingga sangat wajar jika masyarakat Desa Pasar Seluma kemudian mendesak Presiden Jokowi untuk segera mencabut izin PT FBA". (Bs)