Cegah Perundungan, Satbrimob Sosialisasikan ke SMPN 40 Rejang Lebong

Dansat Brimobda Bengkulu Kombes Pol Susnadi, S.I.K melalui Danki 3A Pelopor Iptu Anton Anis menyatakan bahwa diperlukan aksi nyata semua pihak agar kejadian bullying tidak kembali terjadi.
Tags

 

BENGKULU, eWARTA.co - Maraknya fenomena bullying dikalangan anak-anak maupun remaja, sungguh memprihatinkan,Terakhir jari siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Kota Malang, Jawa Timur, berinisial MS harus diamputasi dikarenakan Jari tengah MS terluka serius dan harus diamputasi dimana diduga dirundung atau di- bully oleh teman sekolahnya.

Bullying merupakan suatu aksi atau serangkaian aksi negative yang sering kali agresif, dilakukan oleh satu atau sekelompok orang terhadap orang lain atau beberapa orang selama kurun waktu tertentu yang bermuatan kekerasan.

Demi mencegah peningkatan jumlah kasus bullying pada anak dan remaja di Indonesia, pada khususnya di wilayah Rejang Lebong personil Kompi 3A Pelopor Satbrimob Polda Bengkulu melaksanakan sosialisasi dampak buruk bullying atau perundungan kepada siswa dan guru SMPN 40 Rejang Lebong.

Dansat Brimobda Bengkulu Kombes Pol Susnadi, S.I.K melalui Danki 3A Pelopor Iptu Anton Anis menyatakan bahwa diperlukan aksi nyata semua pihak agar kejadian bullying tidak kembali terjadi.

“Ini butuh peran orang tua dan guru. Terutama guru di lingkungan sekolah karena perundungan paling banyak terjadi di sekolah,” katanya.

Kepala SMPN 40 Rejang Lebong menyambut baik kedatangan personil Brimob yang melaksanakan sosialisasi anti Bullying dan memberikan edukasi kepada siswanya tentang bahaya aksi kekerasan yang marak terjadi, Ia berharap anak didiknya lebih berhati - hati dalam pergaulan. (Rls)