BENGKULU,eWARTA.co -- Organisasi Cahaya Perempuan Women Crisis Center (WCC) Bengkulu menyoroti dua kasus bunuh diri yang melibatkan perempuan muda dalam sepekan terakhir. Dua kasus pilu yang melibatkan dua perempuan usia di bawah 21 tahun ini terjadi dalam waktu berdekatan.
Direktur Cahaya Perempuan WCC Tini Rahayu mengatakan, kasus yang menimpa dua perempuan muda di Bengkulu ini menjadi perhatian serius lantaran dipicu oleh urusan asmara.
"Jelas kita paham bahwa problematika remaja itu kompleks sekali mulai dari masalah kesehatan seksual dan reproduksi, orientasi seksual, kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, apalagi jika bicara tentang relasi intim antara perempuan dan laki-laki yang dikemas dalam bungkus pacaran," kata Tini pada eWarta.co, Kamis (27/8/2020).
Dijelaskan Tini, masalah hubungan "pacaran" membuat perempuan muda tidak berpikir realistis. Sifat ini dapat memicu ketidak stabilan emosi hingga mengarah ke pengambilan keputusan yang tidak tepat.
"Lupa berpikir secara realistis untuk melihat orang lain sebagaimana impiannya bukan sebagai nyatanya. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab emosi yang tidak stabil, sakit hati bahkan kecewa saat ada orang memperlakukan dirinya tidak seperti yang ia inginkan," sambungnya.
Perspektif Gender; Bias Komunikasi Perempuan dan Laki-laki
Dilihat dari perspektif gender, kasus ini umumnya bermula dari relasi komunikasi dan sikap yang tidak setara antara perempuan dan laki-laki.
"Misal kalau terjadi masalah maka yang salah langsung perempuan karena terjadi ketimpangan relasi antar keduanya, belum lagi soal tidak adanya dukungan dari lingkungan keseharian ketika ia menemui persoalan dalam hidupnya," jelas Tini.
Tini menyebut, kejadian yang melibatkan remaja ini tergolong parah. Ia berharap pengentasan kasus ini dapat perhatian serius dengan memasukkanya ke dalam perencanaan program daerah.
"Separah ini ?! Lah iya, karena remaja adalah generasi penerus bangsa, lalu dalam menjalankan program pastikan keterlibatan aktif dari remaja itu sendiri misal menjadi pemberi informasi, konselor dan pendamping sebaya, karena berada di posisi yang sama dan tidak menggurui," sampai Tini.
Tini juga berpesan pada perempuan muda Bengkulu untuk tidak terlalu fokus pada masalah. Ia minta, para perempuan untuk mengalihkan emosi negatif ke aktivitas yang lebih positif.
"Jika merasa butuh bicara, ya sampaikan. Jika sedih ya menangislah, hingga hatimu pulih. Kemudian alihkan perasaan negatif ke hobi positif misal menulis, memasak, atau memperlajari sesuatu. Jika sendiri membuatmu memikirkan hal negatif, maka keluarlah. Bertemu dengan orang lain," imbaunya.
"Ada banyak orang yang peduli dan mengerti perasaanmu. Jika butuh tempat cerita, konseling bahkan konsultasi, kamu bisa datang ke Cahaya Perempuan WCC. Karena kami menyediakan layanan konseling yang dapat diakses baik melalui layanan Hotline atau datang langsung ke Jalan Indragiri 1 No 3 Padang Harapan Bengkulu," demikia Tini. (Red)









