Bengkulu Tengah, eWarta.co – Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto meninjau sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Pondok Kubang dan Pondok Kelapa, Kamis (13/8/2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi sekolah serta mencari solusi atas minimnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah.
Rachmat datang bersama Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah Arsyad Hamzah, jajaran Asisten, kepala OPD, kabag dan sejumlah undangan. Rombongan pertama meninjau SD Negeri 85 dan SMP Negeri 17 Bengkulu Tengah di Desa Talang Tengah I, Kecamatan Pondok Kubang.
Di SDN 85, Bupati menemukan jumlah peserta didik baru kelas I hanya satu orang pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena sekolah juga memiliki sejumlah keterbatasan pada sarana dan prasarana.
“Saya sengaja datang ke SDN 85 karena mendapatkan laporan bahwa jumlah siswa kelas I yang baru masuk tahun ajaran baru sangat minim, bahkan hanya satu orang. Setelah kita lihat langsung, ternyata kondisi fisik sekolah ini memang sangat tidak layak untuk anak-anak kita,” ujar Rachmat.
Menurutnya, kondisi fisik sekolah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan orang tua dalam memilih sekolah. Namun, persoalan tersebut tidak menjadi satu-satunya penyebab minimnya peserta didik.
Berdasarkan pendataan sekolah, hanya terdapat dua anak yang memasuki usia sekolah dasar di Desa Talang Tengah. Dari jumlah tersebut, satu anak memilih bersekolah di SDN 85 dan satu lainnya bersekolah di tempat lain.
“Kepala sekolah sudah berusaha melakukan jemput bola dengan mendatangi orang tua dan mencari anak-anak usia sekolah. Jadi persoalannya bukan semata-mata karena sekolah, tetapi memang jumlah anak usia sekolah di desa ini sangat minim,” katanya.
Rachmat mengatakan pemerintah daerah akan memperhatikan kondisi fisik SDN 85, termasuk akses jalan menuju sekolah. Upaya perbaikan akan dilakukan sesuai kemampuan dan prioritas pemerintah daerah.
Kepala SDN 85 Talang Tengah Maryono mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan dan pendekatan kepada masyarakat sejak sekitar lima bulan terakhir. Hasil pendataan menunjukkan jumlah anak usia sekolah di desa tersebut memang terbatas.
“Kami sudah berupaya mencari dan mendata anak-anak yang memasuki usia sekolah. Berdasarkan survei yang kami lakukan, memang jumlah anak usia sekolah di desa ini sangat minim,” kata Maryono.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 17 Bengkulu Tengah Umaedi Heryan menyampaikan jumlah peserta didik di sekolahnya saat ini sebanyak 19 siswa.
Dari Pondok Kubang, rombongan melanjutkan kunjungan ke SD Negeri 82 Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa. Di sekolah tersebut, Bupati kembali menemukan kondisi serupa, yakni jumlah siswa kelas I tahun ajaran baru hanya satu orang.
Rachmat menilai minimnya jumlah anak usia sekolah dan keberadaan sekolah lain yang menjadi pilihan masyarakat turut memengaruhi kondisi tersebut. Ia meminta sekolah bersama Dinas Pendidikan menghadirkan inovasi dan keunggulan yang sesuai dengan potensi sekolah.
“Masyarakat tentu ingin anaknya bersekolah di tempat yang terbaik dan memiliki kelebihan. Saya berharap kepala sekolah bersama Dinas Pendidikan dapat menciptakan inovasi sesuai potensi yang ada,” ujarnya.
Kepala SDN 82 Talang Boseng Budiman mengatakan sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak mereka di madrasah ibtidaiyah negeri (MIN). Untuk meningkatkan daya tarik sekolah, pihaknya menyiapkan sejumlah gagasan, termasuk pemberian perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru.
“Salah satu upaya yang bisa kami lakukan adalah memberikan fasilitas pendukung bagi siswa baru, seperti seragam, tas dan sepatu secara gratis. Ini menjadi salah satu gagasan untuk menarik minat orang tua agar mendaftarkan anak-anaknya ke SD Negeri 82,” kata Budiman.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Bengkulu Tengah memetakan persoalan pendidikan secara langsung. Pemerintah daerah tidak hanya menyoroti sarana dan prasarana, tetapi juga mendorong sekolah berinovasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat di tengah terbatasnya jumlah anak usia sekolah.










