BENGKULU,eWARTA.co -- Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu mengawal distribusi vaksin COVID-19 Sinovac ke 10 daerah kabupaten/kota.
Kepala BPOM Bengkulu, Syafrudin mengatakan petugas Balai POM wajib melakukan pengecekan kesesuaian suhu chiller penyimpanan vaksin milik dinas kesehatan daerah dengan termometer analog terkalibrasi.
"Jadi pengiriman vaksin agar senantiasa terjaga dalam kondisi 2-8⁰C, diperiksa dua kali sehari dan jangan sampai mati listrik," kata Syafrudin, Kamis (4/2/2021).
Syafrudin mengatakan pengecekan kesesuaian suhu chiller penyimpanan vaksin juga dilakukan pada beberapa Puskesmas tempat dilaksanakannya vaksinasi.
"Kami akan terus awasi pelaksanaan distribusi dan penyimpanan vaksin COVID-19. Hal ini dilakukan untuk menjamin ketentuan rantai distribusi vaksin tetap terjaga sesuai cara distribusi obat yang baik dan memenuhi kondisi yang dipersyaratkan," kata Syafrudin.
Selain itu ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan vaksin COVID-19 diatur sedemikian rupa untuk menghindari kesalahan pengambilan.
Vaksin Sinovac perlu disimpan secara terpisah dalam rak atau keranjang vaksin yang berbeda agar tidak tertukar dengan vaksin rutin. Apabila memungkinkan, vaksin COVID-19 disimpan dalam vaccine refrigerator yang berbeda, dipisahkan dengan vaksin rutin.
Kemudian penataan vaksin dilakukan berdasarkan penggolongan sensitivitas terhadap suhu dan sesuai manajemen vaksin yang efektif.
"Untuk Sinovac, vaksin tidak boleh diletakkan dekat dengan evaporator demi menjaga kualitas," ujar Syafrudin. (Bisri)









