Bengkulu, eWarta.co -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mencatat adanya 10 titik panas atau hotspot yang terpantau di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu. Titik panas tersebut menjadi indikasi awal potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan satelit yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, berdasarkan laporan dari Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, pemantauan melalui satelit Aqua, Terra, SNPP, dan NOAA20 menunjukkan adanya 10 titik panas pada periode 26 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
“Data tersebut berasal dari hasil pantauan beberapa satelit yang menunjukkan adanya 10 hotspot dalam rentang waktu tersebut,” ujar Khristian, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, titik panas tersebut tersebar di enam kabupaten di Bengkulu, yakni Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kepahiang, Mukomuko, Rejang Lebong, dan Seluma.
Di Kabupaten Bengkulu Selatan tercatat tiga titik panas yang berada di Kecamatan Air Nipis, Kedurang, dan Ulu Manna. Sementara di Kabupaten Bengkulu Utara terdapat satu titik panas di wilayah Napal Putih.
Kemudian di Kabupaten Kepahiang terdeteksi satu titik panas di Kecamatan Muara Kemumu. Kabupaten Mukomuko tercatat dua titik panas yang berada di wilayah Teras Terunjam.
Selanjutnya di Kabupaten Rejang Lebong terdapat satu titik panas di Kecamatan Sindang Beliti Ilir, serta dua titik panas lainnya berada di Kabupaten Seluma, tepatnya di Kecamatan Semidang Alas dan Seluma Talo.
Khristian menegaskan, kemunculan hotspot ini perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera diantisipasi.
Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, termasuk membuka lahan baru dengan cara dibakar yang dapat memicu kebakaran meluas.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terutama di kawasan yang memiliki banyak semak kering maupun lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.
“Jika masyarakat melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran, segera laporkan kepada aparat TNI maupun kepolisian setempat agar dapat segera ditangani,” jelasnya.
BPBD juga mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang kering, karena dapat memicu kebakaran yang lebih besar. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dalam upaya mencegah terjadinya karhutla di wilayah Bengkulu.









