Bengkulu,eWarta.co - Pelaksana tugas (plt) Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu M. Iqbal Apriansyah ajak warga di Bengkulu untuk memanfaatkan daun kelor yang kaya akan protein nabati sebagai inovasi dalam pencegahan potensi risiko stunting.
"Daun kelor merupakan sayuran yang kaya akan manfaat bagi tubuh, salah satunya dapat mencegah stunting atau kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi".
Upaya meningkatkan protein bagi keluarga memiliki anak di bawah lima tahun agar mengenal dan mencintai daun kelor. Dengan mencintainya maka akan tumbuh minat untuk mengonsumsi, "mari kita budayakan kembali utuk menanam, memasak dan mengonsumsi (3M) daun kelor, kata Iqbal saat bincang bersama Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rivai Tajuddin dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa, 23/5/2023 kemarin.
"Salah satu upaya mencegah risiko stunting yaitu memberikan protein nabati bagi bayi dengan mengonsumsi daun kelor. Daun kelor mudah didapat dan terjangkau harganya, bahkan daun tersebut terdapat dilingkungan masyarakat, mari kita giatkan "3M pohon kelor," ujar Iqbal.
Merujuk dari manfaat daun kelor, ujar Iqbal, amat relevan dalam tindakan mencegah berkembangnya potensi lahirnya bayi stunting. Ditambah lagi dengan gerakan cukup dua telor
akan mampu menekan potensi stunting di tengah masyarakat.
Dikatakan Iqbal, daun kelor kaya akan manfaat bagi kesehatan, sehingga dapat membantu mengatasi potensi risiko stunting.
"Selain mengonsumsi telur, daun kelor pun akan membantu peningkatan gizi bayi yang akan membantu mencegah stunting seta dapat meningkatkan kecerdasan otak anak-anak., ujar Iqbal.
Kelor sejak dahulu dikenal sebagai pepatah "dunia tak selebar daun kelor, akan tetapi manfaat kelor telah selebar dunia," kata Iqbal.
Orang dari negara luar telah memanfaatkan daun yang dikenal sebagai "daun remunggai" hingga sampai ke belahan negara tropis untuk mendapatkan daun yang kaya akan manfaat mari kita giatkan untuk mengkonsumsi daun kelor, ujarnya berulang.
Ngobrol pagi yang berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati Bengkulu Selatan disambut Wakil Bupati yang sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Turut hadir sejumlah pejabat di lingkup Dinas PPKBP3A Kabupaten Bengkulu Selatan.
Wabup Rivai Tajuddin menyambut inovasi cemerlang itu untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas di daerah itu. "Kelor alias remunggai tidak sulit untuk didapatkan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Namun masyarakat kurang pengetahuan akan manfaat pohon tersebut.
Untuk meningkatkan pengetahuan akan manfaat daun kelor maka diperlukan gerakan edukasi kepada masyarakat. Gerakan itu untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan stunting atau tubuh kerdil akibat kekurangan gizi dalam waktu yang ukup lama pada bayi, ujarnya.
Stunting, tidak dapat diobati jika telah anak berusia lima tahun, maka dari itu perlu pencegahan sedini mungkin melalui intervensi sensitif untuk memutus potensi tubuh kerdil dari sektor hulu. Salah satunya dengan membudayakan gemar mengkonsumsi daun kelor. Baik digunakan atau dikonsumsi sebagai teh seduh maupun sayur.









