BENGKULU,eWARTA.co -- Inflasi di Kota Bengkulu sebesar 0,17 persen pada September 2021, kembali dipengaruhi oleh kelompok biaya pendidikan sebesar 2,40 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga yang cukup besar pada beberapa kelompok pengeluaran.
"Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok pengeluaran pendidikan sebesar 2,40 persen" kata Rizal, Sabtu (2/10/21).
Ia menerangkan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi yakni diikuti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,53 persen kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,50 persen.
Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,19 persen kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, lanjut Kepala BPS adalah kelompok transportasi sebesar 0,31 persen kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,20 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen.
"Sementara kelompok pengeluaran yang stabil adalah kelompok rekreasi, olahraga dan budaya," ujarnya.
Menurutnya, perkembangan harga berbagai komoditas pada September 2021 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, pada September 2021 terjadi inflasi di Kota Bengkulu sebesar 0,17 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,73 pada Juli 2021 menjadi 105,91 pada September 2021.
Inflasi bulan ini utamanya disebabkan oleh naiknya biaya pendidikan sekolah menengah atas, harga seng, nasi dengan lauk, daging ayam ras, rokok kretek filter, akademi/ perguruan tinggi, daging sapi, baja ringan, jasa pembuangan sampah dan tempoyak.
"Sementara pengendali besarnya inflasi dipengaruhi dengan turunnya tarif angkutan udara, harga bawang merah, jeruk, cabai merah, telur ayam ras, ikan dencis, sawi putih/pitsai, petai, klengkeng, dan bawang putih," papar Rizal.
"Dengan begitu, Kota Bengkulu berada di peringkat ke 21 dari 90 kota Inflasi di Indonesia," pungkasnya. (Bisri)









