BENGKULU, eWARTA.co -- Gerakan minum 1000 gelas teh mangrove yang digelar di Kampung Jenggalu Kito Kota Bengkulu, Selasa (16/08/2022) pagi memecahkan penghargaan Rekor MURI. Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri mengatakan, ini merupakan yang pertama Rekor MURI sajian teh mangrove terbanyak.
"Selamat pada komunitas mangrove yang telah berhasil memecahkan rekor MURI ini. Ini juga merupakan suatu pelopor di mana Kampung Jenggalu Kito bersama Latun membuat ramuan teh dari mangrove dari hasil budidaya hutan mangrove," ucap Yusuf Teh dari paduang batang mangrove ini sendiri dibuat dari mangrove jenis Jeruju yang diberi nama Jemang Tea atau Jenggalu Mangrove Tea.
Uji kesehatan dan kelayakan konsumsi juga telah melalui penelitian dan pemeriksaan yang dilakukan Universitas Dipenogoro pada tahun 2015 dan hasilnya teh ini berkhasiat untuk kesehatan.
Pada sektor pemberdayaan masyarakat setempat, Kelompok ini mengajak dan membentuk pelaku usaha pembuat teh mangrove terdiri dari 200 kepala keluarga.
Teh dari batang muda mangrove, yang diolah dengan pemilihan batang muda lalu diiris kecil-kecil dan kemudian dijemur hingga dibungkus dalam saset menjadi teh tumbruk dan celup dengan nilai jual Rp10 ribu.
Tingginya semangat konservasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menopang perekonomian diapresiasi MURI dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.
Gubernur Rohidin mengapresiasi kegiatan Penghargaan Rekor MURI sajian minum teh mangrove terbanyak dan pertama yang dilaksanakan di Indonesia.
Ia mengajak agar komunitas lingkungan melihat potensi bagaimana memanfaatkan hutan mangrove bagi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar seperti pembuatan teh mangrove ini.
"Apalagi dengan kreativitas dan inovasi nantinya juga akan menghasilkan produk-produk seperti kopi mangrove, sirup mangrove dan keripik mangrove dengan melibatkan masyarakat sekitar," tutup Rohidin. (Bisri)









