Belasan Tahun Tak Dapat Anggaran, Dua Ruang Kelas SD Negeri 178 Seluma Ambruk

Create: Thu, 26/06/2025 - 15:13
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co -- Dua lokal ruangan belajar siswa SDN 178 di Desa Pagar Agung Kecamatan Ulu Talo 80 persen alami rusak berat dan butuh pembangunan segera. 

Diketahui, rusaknya ruang belajar tersebut disebabkan oleh dimakannya usia, di mana sejak tahun 2007 yang lalu bangunan tersebut mulai rusak dan kerusakan bertambah sejak 5 tahun terakhir, kemudian rapuhnya bangunan juga disebabkan oleh gempa bumi, kemudian beberapa pekan yang lalu dinding kelas juga turut roboh. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma Munarwan Syafui, S.Pd, M.Pd mengatakan, atas ambruknya 2 ruang kelas di SDN 178 Seluma, saat ini aktivitas belajar - mengajar untuk 15 orang sisiwa-siswi dari kelas 1 sampai kelas 6 sebagian dialihkan ke perumahan Guru dan sebagian lagi aktivitas ngajar mengajar di 1 ruang yang saat ini masih bisa di gunakan.  

"Dari tiga ruang Kelas, ada dua ruangan yang rusak, anak-anak Sekarang masih bisa belajar kebetulan anak-anak cuman ada lima belas orang sehingga ruangan yang digunakan itu ada perumahan Guru, sama ada ruangan belajar satu lagi dalam artian masih ada gedung sekolah yang masih bisa di manfaatkan, " Sampainya, Kamis (26/6/2025). 

Turut dikatakan, sebagai tindak lanjut saat ini Dinas Pendidikan sudah melakukan koordinasi dengan PJ Sekda untuk melakukan pembangunan gedung baru di sekolah tersebut. Ada dua pilihan sumber dana nantinya yang bisa digunakan untuk pembangunan gedung yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2025 dan kemudian bisa melalui Angaran APBD tahun 2026 mendatang. 

"Untuk tindak lanjut, kemaren saya sudah menghadap PJ Sekda, ada dua kemungkinan yang pertama kita mengunakan APBD Perubahan, kalau tidak APBD Perubahan nanti akan dibangun tahun 2026.Kendalanya kalau kita mengunakan APBD Perubahan dikhawatirkan tidaka akan selesai, andaikan bisa selesai di APBD Perubahan mungkin kita akan mengunakan APBD perubahan, " Jelasnya. 

Kerusakan gedung tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya yakni memang usia bangunan yang sudah cukup tua, kemudian juga bisa disebabkan oleh faktor gempa bumi yang terjadi pada mei 2025 yang lalu

"Yang rusak itu tembok (Dinding kelas), atap sebagian juga sudah rusak, plafon dan lainnya, kerusakan sudah mencapai 80 persen. Dan dua ruangan itu memang harus dibangun baru, " Tutupnya. (Rns)