BENGKULU,eWARTA.co -- Sajian bakso berukuran besar dengan isian cabe setan dan kuah kaldu tulang sapi merupakan ciri khas dari Bakso Meleduk. Menu baru dengan tambahan kerupuk pangsit, tomat dan timun sebagai pelengkap ini muncul dari kreasi Rapina (19), pelaku usaha muda pemilik usaha kuliner Fina Food.
Rapina yang memulai usahanya karena hobi memasak sejak tahun 2019. Pada hari biasa ia mampu menjual 20-30 porsi dengan harga Rp. 10.000 per porsi. Berbeda dengan situasi sekarang, semenjak bulan Maret hanya terjual setengahnya saja.
"Dalam situasi covid-19, omset turun karena pembeli tidak ada. Pelanggan yang biasanya datang kesini, enggan untuk keluar rumah karena mengikuti imbauan pemerintah," kata Rapina, Sabtu (12/09/2020).
Pandemi memaksa Rapina memutar otak agar dagangannya tetap laku terjual. Media sosial dan pesan antar alamat menjadi solusi yang dipilih Rapina agar dapat menghasilkan rupiah. Apalagi sang ayah telah kehilangan pekerjaan sejak virus dari Kota Wuhan ini melanda Indonesia.
"Pelanggan banyak yang nanya apakah bisa diantar ke rumah. Kebetulan saat ini ayah yang bekerja sebagai pegawai swasta kehilangan pekerjaannya. Jadi, ayah bisa bekerja sebagai pengantar makanan," ujar Rapina.
"Mempertahankan usaha memerlukan inovasi agar dapat bertahan. Untuk Biaya ongkos kirim makanan 5-10 ribu tidak memberatkan pelanggan," sambung Rapina.
Rapina tidak sendiri, pengusaha lain, Rita (22), pemilik usaha kuliner Jajanan Mantul terpaksa harus memindahkan pusat dagangannya ke rumah. Tentu saja, pemindahan ini membuat pemasukan usahanya berkurang.
"Taman sepi, masyarakat tidak mengunjungi objek wisata. Saat Covid-19 gencar diberitakan di televisi, saya memutuskan untuk berhenti jualan selama 1 bulan. Jadi, bulan Mei baru berani jualan itupun di rumah," kata Rita.
Sebelumnya, Rita membuka lapak di Taman Pantai Berkas. Ia menjual Bakso Bakar, Sosis Bakar, Usus Bakar, Singkong tela-tela, dan Pisang krispi. Terdapat beberapa pilihan saus seperti saus kecap, kacang, dan cabe. Dengan harga seribu per tusuknya pembeli bisa menikmati sajian ini.
Untuk menarik pelanggan, Rita menemukan ide untuk memelihara kucing. Terdapat empat kucing persia dewasa dan empat anak kucing persia yang siap untuk dibelai oleh pelanggan.
"Saya memutuskan untuk memelihara beberapa kucing sebagai penghibur saat berjualan. Pelanggan pasti suka saat makan bisa mengelus kucing. Pasti mereka merasa lebih rileks" ujar Rita.
Masyarakat yang ingin mencoba dapat mengunjungi kediaman Rita di Jalan Kerapu No.19 Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Pelanggan dapat menemui Jajanan Mantul pada pukul 16.00-20.30 WIB.
Diundang menjadi narasumber
Inovasi yang telah dilakukan Rapina dan Rita membuat mereka diundang menjadi narasumber dalam kegiatan Webinar "Kewirausahaan Pengusaha Muda Untuk Kemandirian Ekonomi".
Mereka juga bersyukur tergabung dalam Forum Perempuan Muda Provinsi Bengkulu. Karena dapat terlibat aktif dalam diskusi setiap bulan yang di fasilitasi oleh Cahaya Perempuan WCC.
Tini Rahayu, Direkur Eksekutif Cahaya Perempuan WCC mengatakan, sebagai fasilitator kami menyusun modul diskusi yang sesuai dengan kebutuhan anak muda.
"Situasi covid-19 anak muda dihadapkan dengan kesulitan ekonomi, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, bahkan perkawinan sehingga kami ingin anak muda mendapatkan informasi yang tepat," kata Tini.
Reporter: Lica Veronika









