SELUMA, eWarta.co -- Bahan Bakar Minyak (BBM) di Wilayah Kabupaten Seluma dan Umumnya di Provinsi Bengkulu saat ini sangat sulit didapat, hal ini diakibatkan kapal pengangkut BBM tidak bisa bersandar di pelabuhan pulau Baai karena pendangkalan jalur kapal, sehingga saat ini pendistribusian BBM menuju Provinsi Bengkulu mengunakan jalur darat dan memakan waktu yang lama dalam pendistribusian.
Dengan kelangkaan ini menyebabkan masyarakat rela mengantri berhari-hari di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Seluma untuk mendapatkan minyak. Bukan hanya itu hampir keseluruhan kios kecil milik masyarakat juga sudah banyak yang kosong.
Berdasarkan pantauan dilapangan bukan hanya SPBU, pertamini juga hampir semuanya kosong BBM, saat ini harga BBM pertalite eceran di tegah masyarakat mencapai 25 ribu per liter.
Zetman Anggota DPRD Kabupaten Seluma dapil lll dari partai gerindra berharap, Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dapat terus mengawasi pendistribusian BBM agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan seperti penimbunan. Kelangkaan ini juga berdampak pada kesulitan mobilitas, dan potensi ketegangan sosial.
" Saya mohon kepada pihak kepolisian Seluma untuk terus bersama-sama dalam mengawasi pendistribusian BBM, kelangkaan ini menyebabkan terbatasnya ruang gerak masyarakat dalam beraktivitas, " Sampainya, Sabtu (24/5/2025.
Bukan hanya itu, dirinya berharap pihak pengelola SPBU lebih cermat dalam menjual BBM, hal ini perlu dilakukan supaya masyarakat tidak berlebihan dalam membeli, sehingga tidak ada masyarakat yang tidak mendapat BBM
"Pihak SPBU juga harus cermat, tidak menjual secara berlebihan dan sesuai kebutuhan konsumen dan ditakutkan masyarakat yang lain tidak mendapat BBM dan akhirnya menambah gejolak sosial, " Sambungnya. (Rns)









