BOLMONG, eWarta.co – Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, dan meluas hingga tiga kecamatan, menyebabkan kerusakan pada sedikitnya sembilan rumah serta tempat usaha warga, hingga Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan laporan harian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bolmong, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Sang Tombolang, Bolaang, dan Lolak.
Di Desa Maelang, Kecamatan Sang Tombolang, tercatat enam unit rumah dan tempat usaha mengalami kerusakan sedang akibat terjangan gelombang laut. Sementara itu, di Kelurahan Inobonto I, Kecamatan Bolaang, tiga unit rumah semi permanen mengalami kerusakan berat yang dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total 16 jiwa. Selain itu, tanggul pengaman pantai di wilayah tersebut dilaporkan roboh sepanjang kurang lebih 10 meter.
Di Kecamatan Lolak, tepatnya di Desa Motabang, banjir rob dilaporkan masuk ke permukiman warga, meskipun belum ada rincian kerusakan lanjutan. Kepala BPBD Bolmong, Veddy Mokoginta, memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
Menurut Veddy, fenomena banjir rob dipicu oleh kombinasi faktor alam, termasuk dampak tidak langsung badai tropis di Samudera Pasifik serta kondisi fase bulan baru dan perigee yang menyebabkan peningkatan pasang air laut.
“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Bolmong. Warga diminta untuk tetap waspada,” ujarnya.
BMKG memperkirakan tinggi gelombang laut berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter (kategori sedang) di sejumlah perairan Sulawesi Utara hingga 21 April 2026.
BPBD Bolmong terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi, serta mengusulkan kebutuhan mendesak berupa karung pasir untuk pembangunan tanggul darurat.***









