Banjir Bandang, 117 Rumah Hanyut, 4585 Jiwa Mengungsi

Bencana Banjir bandang di Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara, akibatkan ratusan rumah hanyut, ribuan rumah terendam dan puluhan fasilitas umum rusak juga ribuan jiwa terpaksa harus diungsikan
Create: Tue, 11/06/2019 - 12:05
Author: Redaksi

 

SULTRA, ewarta.co - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang di daerah tersebut selama 14 hari, terhitung 2 -15 Juni 2019, untuk mengoptimalkan penanganan korban banjir.

Bupati Konawe Utara, Ruksamin mengungkapkan, tanggap darurat itu dikeluarkan dalam surat pernyataan tanggap darurat bencana banjir bandang Kabupaten Konawe Utara.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sultra, mereka terus bekerja ekstra untuk memberikan bantuan bagi korban di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Data sementara terhimpun, Selasa (11/6/2019) dari BPBD Konut yakni rumah yang hanyut ada 177 unit, rumah terendam 1163 unit, Kepala Keluarga yang mengungsi 1340 dan 4585 jiwa mengungsi di kamp-kamp yang telah disiapkan.

Banjir bandang itu juga menyebabkan beberapa fasilitas umum terendam, seperti 5 Masjid, 3 pasar, tiga jembatan, 5 unit Sekolah Dasar (SD), serta 3 unit SMP.

"Bupati Konawe Utara Ruksamin juga menginstruksikan jajarannya semua OPD dan Dinas terkait, TNI-Polri yang bertugas dalam penanganan darurat bencana libur cuti bersama dulu," ujar Bupati.

Posko didirikan di rujab Bupati Konut, dan untuk Dinas Kesehatan mendroping bantuan obat-obatan dan pengiriman logistik ke wilayah terisolir dengan menggunaksn helikopter dan melihat juga cuaca apakah mendukung," tambah Bupati Konawe Utara.

Bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa, harta benda, rusak dan hilangnya rumah warga, kerusakan sarana prasarana umum, permukiman dan infrastruktur jalan dan jembatan. (YS/FS)