BENGKULU, eWarta.co – Angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Bengkulu selama pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026 tercatat mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dirlantas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan operasi pengamanan yang berlangsung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 tersebut mencatat kenaikan jumlah kejadian kecelakaan berdasarkan hasil analisis dan evaluasi dari aplikasi Integrated Road Safety Management System (IRSMS).
Data menunjukkan jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dari 29 kasus pada tahun 2025 menjadi 60 kasus pada tahun 2026. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 106 persen selama periode operasi pengamanan Lebaran tahun ini.
Meski jumlah kejadian meningkat, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, sedangkan pada tahun 2026 jumlahnya turun menjadi 8 orang.
Sementara itu, jumlah korban luka mengalami peningkatan. Tercatat sebanyak 38 orang mengalami luka berat dan 61 orang lainnya mengalami luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut.
Selain korban jiwa dan luka, kerugian materi yang ditimbulkan akibat kecelakaan lalu lintas juga cukup besar. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp94 juta.
Polda Bengkulu menyebut peningkatan angka kecelakaan lalu lintas ini terjadi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan di jalan.









