MEDAN,eWARTA.co -- Anggota DPRD Sumatera Utara, dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Rahim Siregar, ST, MT Menyambut baik kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS)
Menurutnya, kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke tanah air, sah-sah saja karena beliau merupakan warga Negara Indonesia
"Sah-sah saja beliau pulang ke tanah air. Kan Habib Rizieq bagian dari Bangsa Indonesia, warga Negara Indonesia. Artinya, kepulangan beliau adalah sesuatu yang wajar." kata Abdul Rahim ketika diwawancarai ewarta.co di Ruang fraksi PKS, Lantai 3, DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol No. 5 Medan. Senin, (16/11/2020)
Anggota DPRD Sumut dari komisi A ini juga mengatakan walaupun selama ini ada isu-isu yang tidak enak terkait dengan HRS, Abdul berharap masyarakat dapat menerima dan memaafkan beliau (HRS)
"Karena pada hakikatnya, beliau itu bisa dikategorikan simbol pemersatu umat," terangnya
Untuk itu, kata Abdul, kehadiran HRS di Indonesia berharap membawa suasana damai yang lebih baik kedepannya
"Ya misalnya, membawa nilai-nilai ke umattan aja sih," harap Abdul
Ditanya, terkait kedatangan Habib Rizieq Shihab menyebabkan banyak orang berkerumun dimasa pandemi Covid-19, Abdul mengatakan seharusnya juga pada saat itu harus ada antisipasi dari pihak keamanan sebelumnya
"Iya, dalam hal ini kan misalnya dari pengawal-pengawal. Baik itu dari pihak HRS, Polri/TNI maupun dari pihak kesehatan. Agar tidak serta merta yang datang pada saat itu disalahkan," ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Abdul, kehadiran Habib Rizieq Shihab itu sangat diharapkan oleh masyarakat untuk memberikan kedamaian dan suasana tenang di Indonesia. Sehingga bila perlu merupakan sebuah yang sah-sah saja sebenarnya
"Ketika beliau itu adalah simbol pemersatu umat, Dia itu bisa berjumpa dengan Presiden. Dan sangat hebat Presiden itu jika mengundang beliau dalam suatu forum bersama dengan tokoh-tokoh Islam dan tokok-tokoh Agama yang lain dalam membicarakan kondisi Indonesia apalagi di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini," tandasnya.
Kembali ditanya mengenai isu-isu kasus terkait HRS yang selama ini membuat hati masyarakat penasaran dan bertanya-tanya, menurut Abdul itulah sebenarnya perlu mengadakan pertemuan dengan sekelas Presiden
"Karena, kalau sesuatu yang mungkin tidak terlalu fatal apa yang HRS lakukan atau apa yang mungkin dituduhkan kepada beliau, kalau belum memiliki bukti-bukti yang kuat, ini kan masih bisa. Apalagi, Negri kita ini kan Negara-negara wilayah ke Timuran ini. Jadi, kata maaf itu sesuatu yang mungkin tidak taduh, sesuatu yang harus di kedepankan kalau kita membangun Indonesia ini," tukas Abdul Rahim.
Reporter : Sadar Laia









