BENGKULU, eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu telah membagikan sebanyak 60.000 keping kartu tani untuk petani yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Halmi Yuliandri mengatakan hingga saat ini realisasi penyaluran kartu tani oleh pihak bank penyalur sudah mencapai 68 persen.
Dari 80.00 petani di daerah yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sebanyak 60.000 orang di antaranya sudah mengantongi kartu.
"Dari 80 petani daerah yang daftar, sekitar 20 ribu lagi yang belum dapat kartu tani," kata Helmi, Rabu (8/3/23).
Sejak kartu tani diaktifkan, kata Helmi, petani dapat melakukan pembelian pupuk bersubsidi di kios pengecer yang ditunjuk oleh pemerintah dengan menunjukan kartu.
Selain itu penggunaan kartu tani adalah untuk mengakses fasilitas lain seperti pengajuan kredit usaha rakyat (KUR) maupun pencairan bantuan pertanian melalui bank BRI.
"Untuk melakukan transaksi pembelian pupuk bersubsidi atau pun pencairan bantuan dari pemerintah itu melalui kartu tani," ujarnya.
Namun untuk petani yang belum mengantongi kartu tani sementara waktu dapat melakukan pembelian pupuk bersubsidi di kios pengecer dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.
"Untuk petani yang belum menerima kartu tani diharapkan bersabar karena penyaluran kartu terus dilakukan secara bertahap oleh Bank BRI dengan target rampung 100 persen tersalurkan pada pertengahan tahun nanti," ujarnya.









