JEMBER, ewarta.co – Setelah sukses memikat perhatian melalui Jember Fashion Carnaval (JFC), Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya di panggung internasional lewat gelaran International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi marching band, melainkan panggung pembuktian kesiapan Jember sebagai tuan rumah gelaran bertaraf dunia, sekaligus persiapan menuju World Marching Sport 2027 yang rencananya juga akan digelar di Jember.
Puncak acara IJMC 2026 ditandai dengan Night Street Parade Culture pada Sabtu (8/8/2026) malam. Untuk pertama kalinya, parade malam hari ini mengambil rute mulai dari Alun-Alun Jember (Central Park) di Jalan Sudarman, melintasi Jalan Sultan Agung dan Jalan Gajah Mada, hingga berakhir di GOR PKPSO Kaliwates.
Sepanjang rute, ribuan penonton disuguhi atraksi memukau di titik-titik ikonik kota, seperti kawasan depan Pendopo Wahyawibawagraha, Masjid Al-Baitul A'mien, area BCA, hingga Lippo Plaza.
Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang ini diikuti oleh kontingen dari 10 kota di Indonesia, di antaranya Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Yogyakarta. Penampilan delegasi internasional, Brass Projection Samut Prakan School asal Thailand, turut menyedot perhatian publik.
"Semakin banyak peserta internasional yang hadir, semakin besar peluang masyarakat luar mengenal potensi Jember, baik dari sektor budaya, pariwisata, maupun ekonomi," ujar Ketua KORMI Jember, Tri Basuki.
Presiden Asian Marching Band Confederation (AMBC), Sehat Kurniawan Saiman, menilai kualitas penyelenggaraan IJMC 2026 telah memenuhi standar internasional. Dampak positifnya pun langsung dirasakan oleh masyarakat lokal melalui efek berganda (multiplier effect):
Sektor Perhotelan: Penginapan dan hotel di sekitar pusat kota terisi penuh oleh peserta, pelatih, dan pendukung.
Sektor UMKM: Pelaku usaha kuliner di sepanjang rute parade dan kawasan GOR PKPSO mengalami peningkatan omzet penjualan.
Sektor Transportasi: Penyedia jasa transportasi umum, ojek online, hingga travel lokal mengalami peningkatan permintaan.
Sektor Pariwisata: Potensi wisata daerah makin terpromosikan seiring luangnya waktu peserta untuk bereksplorasi di Jember.
"Event marching band terbukti memiliki multiplier effect yang nyata. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung mampu menggerakkan perekonomian daerah," ungkap salah satu juri IJMC.
Meski jumlah peserta luar negeri belum mencapai target maksimal akibat dinamika geopolitik global dan biaya penerbangan, Jember dinilai sukses dan lolos uji sebagai penyelenggara ajang kelas dunia.
Mengusung jargon "Dari Jember, Nusantara, Hingga Mancanegara", IJMC 2026 menjadi modal penting untuk memposisikan Jember sebagai magnet pariwisata menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus persiapan menyambut World Marching Sport 2027.
Selain dampak ekonomi, ajang ini juga menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam membangun kedisiplinan, kerja sama tim, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan.
Sebagai informasi, Rangkaian IJMC 2026 berlangsung dengan jadwal sebagai berikut:
* Jumat, 7 Agustus: Concert & Preliminary Battle di GOR PKPSO (08.00–15.10 WIB).
* Sabtu, 8 Agustus: Night Street Parade di Alun-Alun Jember (Sesi I pukul 14.00 WIB & Sesi II pukul 19.00 WIB).
* Minggu, 9 Agustus: Final Battle & Closing Ceremony di GOR PKPSO (08.00–17.00 WIB).
Dengan konsistensi dan promosi yang optimal, kesiapan Jember menjadi tuan rumah World Marching Sport 2027 diharapkan tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga membuka lebar pintu sport tourism dan peluang ekonomi berkelanjutan bagi warga Jember. (Hafit)










