HGN 2020, Plt Kadisdikbud Provinsi Bengkulu Ajak Masyarakat Hormati Profesi Guru

Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hidayat
Create: Thu, 26/11/2020 - 14:49
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Eri Yulian Hiidayat menegaskan dukungannya terhadap upaya Kemendikbud untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Ini disampaikan Eri saat memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2020.

Dikatakan Eri, guru merupakan profesi terhormat yang seharusnya mendapat tempat spesial. Menjadi guru, lanjut Eri, bukan perkara mudah. Setiap orang mengabdikan hidupnya menjadi pendidik patut diapresiasi karena terlibat dalam pembentukan kemajuan bangsa.

"Apapun itu demi meningkatkan kualitas pendidikan, kita satu jalan. Cita-cita kita sama," sampai Eri, Kamis (26/11/2020).

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 ini mengusung tema “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar”. Bagi Eri, HGN tahun ini memotivasi masyarakat untuk semangat dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat lebih menghormati profesi guru.

"Sebagaimana semangat yang ditunjukkan oleh para guru yang memilih untuk terus bangkit dan berjuang demi keberlanjutan pendidikan di Indonesia," terang Eri.

Dijelaskan Eri, guru adalah profesi yang mulia dan terhormat. Kualitas guru ditentukan secara teliti, mulai dari rekrutmen, mengembangkan pendidikan, meningkatkan profesionalisme, dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Hal ini sesuai dengan yang diucapkan Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim sebelumnya. Yakni, Kemendikbud berupaya memperjuangkan guru-guru honorer. Melalui seleksi yang demokratis, para guru yang berstatus non PNS dapat menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kuotanya cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Kami mohon doa Bapak dan Ibu guru agar semua langkah ini berjalan baik dan lancar,” ucapnya.

Nadiem mengatakan, mereka telah mempersembahkan pengorbanan yang besar dalam hal waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi murid-muridnya. 

“Terima kasih, telah menjadi pelukis masa depan dan peradaban Indonesia,” pungkas Nadiem. (red/adv)