JEMBER, eWarta.co – Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tahun 2026 menjadi panggung aksi nyata bagi ratusan warga Jember. Sebanyak 263 warga mendaftarkan diri dalam bakti sosial KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang digelar di RSD dr. Soebandi Jember, Sabtu (13/6/2026).

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, S.H., yang hadir langsung memantau jalannya acara, merincikan data para akseptor tersebut. Dari total 263 peserta, sebanyak 238 akseptor memilih Metode Operasi Wanita (MOW)/tubektomi, sementara 25 peserta lainnya memilih Metode Operasi Pria (MOP)/vasektomi.
Dengan target awal MOW Kabupaten Jember sebesar 250 peserta, capaian 238 peserta hanya dalam satu hari ini membuat target dipastikan segera tembus. Shodiqin pun mengapresiasi tinggi antusiasme masyarakat kawasan Tapal Kuda tersebut demi mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat baik, dan kami optimistis target Kabupaten Jember dapat tercapai,” ujar Shodiqin.
Menurutnya, Harganas bukan sekadar seremonial belaka. Momen ini berhasil melahirkan “pahlawan keluarga”—mereka yang dengan mantap berpartisipasi dalam program KB demi menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Program KB bukan hanya soal pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga strategi penting menurunkan AKI dan AKB. Terutama bagi perempuan di atas 35 tahun yang memiliki risiko kehamilan relatif lebih tinggi, perencanaan keluarga menjadi sangat krusial,” jelasnya.
Suksesnya bakti sosial ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor. Shodiqin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Jember, Direktur RSD dr. Soebandi, Dinas Kesehatan, Dinsos KB, tim medis, penyuluh KB, kader, hingga jajaran TNI yang turut mengamankan jalannya acara.
Ia menekankan bahwa tantangan kependudukan dan stunting memerlukan kerja sama holistik, termasuk merangkul generasi muda melalui Duta Genre dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Bakti sosial dalam rangka Harganas 2026 ini berlangsung serentak di Jawa Timur mulai 8 Juni hingga 8 Juli 2026, dengan target total 111.422 akseptor untuk KB jangka pendek maupun panjang.
Shodiqin berharap masyarakat tidak hanya memanfaatkan momen bakti sosial ini saja. Layanan KB MOW/MOP sejatinya tersedia secara rutin di berbagai RSUD, puskesmas, dan praktik bidan bersertifikat.
“Kami berharap pelayanan KB tidak berhenti pada kegiatan baksos saja. Masyarakat dapat mengakses layanan KB secara reguler di fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur RSD dr. Soebandi Jember, Nyoman Semita, menyambut hangat dan memberikan dukungan penuh terhadap program BKKBN Jawa Timur ini. Demi kelancaran acara, pihak rumah sakit mengerahkan ratusan personel secara maksimal.
“Kami menerjunkan 125 karyawan rumah sakit, terdiri dari tenaga fungsional dan 25 dari unsur manajerial. Tujuannya agar pelaksanaan MOW/MOP berjalan lancar dengan mutu pelayanan terbaik,” ungkap Nyoman.
Selain kesiapan SDM, pihaknya juga memastikan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang yang mumpuni, baik pada tahap pra-operasi maupun pasca-operasi. Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pasien yang hadir. (Hafit)









