Hardiknas! Gus Fawait Pilih Adu Gagasan di Pendopo, Guru Sejahtera, Pendidikan Berkualitas

Create: Sat, 02/05/2026 - 21:31
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jember tidak dimeriahkan dengan upacara baris-berbaris di alun-alun. Tahun ini, Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, memutuskan untuk mengubah format acara dengan talkshow edukasi dan sarasehan tentang pendidikan di Pendopo Wahyawibawagraha Pemkab Jember.

​Gus Fawait menegaskan bahwa esensi Hardiknas harus lebih terasa dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Jember. “Keputusan ini diambil agar Hardiknas tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pendidikan di Jember,” ujarnya dalam sambutan pembuka acara tersebut.

​Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait memaparkan tiga gebrakan utama untuk meningkatkan kesejahteraan ASN, termasuk guru, di Jember:

​1. Pertahankan TPP dan Tukin Tanpa Pemotongan

​Jember menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang mempertahankan besaran Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Tunjangan Kinerja (Tukin) ASN tanpa pengurangan sedikitpun. Kebijakan ini diharapkan dapat membuat ribuan guru di Jember lebih fokus dalam menjalankan tugas mengajar.

​2. Angkat Seluruh PPPK Guru Menjadi ASN

​Seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru, baik penuh waktu maupun paruh waktu, diusulkan untuk menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini merupakan wujud kepastian status bagi tenaga pendidik di Jember.

​3. Libatkan Guru dalam Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan

​Gus Fawait menginstruksikan kepada ASN dan guru untuk terlibat langsung dalam verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di lapangan. Langkah ini bertujuan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran, mengingat guru merupakan sosok yang paling memahami kondisi muridnya di sekolah.

​Gus Fawait meyakini bahwa kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan adalah pendidikan. Sebagai lulusan madrasah, ia menyadari bahwa nilai rapor saja tidaklah cukup. “Pendidikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak. Karena itu, guru harus menjadi teladan di kelas maupun di masyarakat,” tegasnya.

​Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak. Ia meminta sekolah-sekolah di Jember untuk menjalin kerja sama yang erat dengan orang tua, agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat bersinergi dengan yang diajarkan di rumah.

​Peringatan Hardiknas 2026 di Jember mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Gus Fawait mengajak seluruh pihak, termasuk orang tua, dunia usaha, dan generasi muda, untuk turut andil dalam memajukan pendidikan di Jember. “Pendidikan bukan hanya urusan dinas, tetapi urusan kita semua,” pungkasnya. (Hafit/adv)