SELUMA, eWarta.co -- Badan jalan menuju 6 Desa di Kecamatan Lubuk Sandi mengalami longsor pada 13 juli 2021 yang lalu, hingga saat ini jalan yang longsor tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah Kabupaten Seluma.
Anggota DPRD Kabupaten Seluma Pasrul Hamidi dari Dapil 4 mengatakan, sudah 4 tahun jalan tersebut tidak mendapatkan diperhatikan dari pemerintah Daerah Kabupaten Seluma, padahal jalan tersebut merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat di 6 Desa di Kecamatan Lubuk Sandi yakni Desa Napal Jungur, Dusun Baru Lubuk Terentang, Talang Kebun, Dusun Tengah, Arang Sapat dan Desa Cawang. Sudah 4 tahun jalan tersebut tidak diperhatikan.
"Sudah lebih empat tahun jalan menju ke enam desa belum juga diperbaiki oleh pemerintah Daerah. Kondisinya sudah memperihatinkan, saya akan terus mengusulkan kepada pemerintah agar jalan ini segera diperbaiki karena sangat membahayakan pengguna jalan. Jika tidak ada tindakan cepat, jalan ini hanya tinggal menunggu waktu untuk benar-benar terputus, " Sampainya, Rabu (17/9/2025).
Dijelaskan, jalan tersebut merupakan mobiltas satu-satunya bagi masyarakat di 6 Desa seperti mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, sehingga keberadaannya sangat penting bagi roda perekonomian setempat.
"Jalan ini sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga untuk mengangkut hasil pertanian dari pedalaman Lubuk Sandi. Warga di enam desa sangat berharap Pemkab Seluma segera membangun jalan yang longsor," Sambungnya.
Diceritakan, penguna jalan yang melintas diselimuti rasa cemas, kondisi badan jalan saat ini sudah mencapai 80 persen longsor. Bukan hanya itu rambu-rabu peringatan longsor juga tidak ada.
"Penguna jalan yang lewat itu harus melipir dan hanya bisa dilewati satu mobil. Tidak ada rambu-rambu yang ditempatkan di sana, kalau sedang hujan masyarakat yang lewat diselimuti rasa cemas ditakutkan kembali longsor, " Sambungnya.
Turut dikatakan, saat ini keadaan cuaca sering hujan, dikhawatirkan longsor kembali terjadi dan menyebabkan masyarakat di 6 Desa terisolir dan perekonomian menjadi lumpuh.
"Kalau akses jalan menuju enam desa itu terpustus maka sudah jelas ekonomi masyarakat di Dalam itu lumpuh, kemudian Di Desa Napal Jugur itu ada tempat wisata yang sudah terkenal dikhawatirkan wisatawan engan berkunjung karena akses yang buruk, " Tutupnya. (Rns)








